Medan, – mitra86sergab.com Gelombang perjuangan buruh kembali dikobarkan. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persaudaraan Perkerja Muslim Indonesia Serikat (PPMI) Sumatera Utara menggelar konsolidasi di PASARAYA KHUPI MMTC Pancing Medan, Sabtu 21 Juni 2026, sebagai bentuk penegasan: barisan buruh harus solid, terarah, dan tidak boleh tercerai-berai.
Konsolidasi yang dihadiri jajaran pengurus wilayah, cabang, dan kader ini menjadi momentum menguatkan komitmen. Tidak hanya silaturahmi, tapi penajaman arah perjuangan buruh di tengah derasnya tantangan industrial, PHK massal, dan lemahnya pengawasan ketenagakerjaan.
*“Silaturahmi tanpa arah perjuangan itu kosong. Kita berkumpul untuk menegaskan satu hal: buruh harus bersatu, buruh harus melawan ketidakadilan. Konsolidasi ini adalah titik start untuk kerja-kerja nyata di lapangan,”* tegas Ketua Umum DPW PPMI Sumut.
*Membangun Kekuatan dari Akar Rumput*
DPW PPMI Sumut menekankan strategi membangun kekuatan dari bawah. Kader dan cabang didorong membentuk “PPA PPMI” di setiap pabrik dan kawasan industri.
“Perjuangan tidak akan menang kalau hanya di tingkat pimpinan. Kekuatan buruh ada di lini produksi. Dari situlah kita bangun benteng pertahanan buruh Sumatera Utara,” ujar Ketua Bidang Organisasi.
*Menegaskan Komitmen Perjuangan*
Dalam forum konsolidasi, tiga poin penting dikunci bersama:
1. *Soliditas Internal*: Tidak ada perpecahan, tidak ada ego sektoral. Satu komando, satu tujuan.
2. *Pendampingan Hukum & Advokasi*: Setiap buruh yang dizalimi wajib didampingi sampai tuntas.
3. *Politik Buruh*: PPMI Sumut harus jadi kekuatan politik yang diperhitungkan, bukan hanya jadi penonton kebijakan.
*“Kami tidak minta belas kasihan. Kami menuntut hak. Buruh Sumatera Utara harus bermartabat. Konsolidasi ini bukti PPMI Sumut hidup, bergerak, dan siap berjuang,”* tutup Herman Saragih
( Darmayani )





0 Komentar