Ticker

6/recent/ticker-posts

Kepala Desa Dasan Raja Tolak Uang “Taktis” Rp2,5 Juta dari Pabrik Sawit GSS: Saya Takut Dianggap Uang Tutup Mulut SUBULUSSALAM — Ketegasan dan kejujuran Kepala Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Muhammad Ali Sabana atau yang akrab disapa Pindong, patut diacungi jempol dan dijadikan teladan. Ia secara tegas menolak pemberian uang sebesar Rp2,5 juta yang diduga diserahkan oleh pihak manajemen pabrik kelapa sawit PT Global Sawit Semesta (GSS) yang beroperasi di wilayahnya. Kepada awak media, Pindong menyampaikan bahwa pihak perusahaan menyerahkan uang tersebut dengan alasan yang disebut sebagai “uang taktis”, seolah-olah merupakan pemberian rutin atau dana bantuan diam-diam dari perusahaan. Namun, ia menegaskan menolak pemberian itu berkali-kali karena menyadari risiko besar yang tersembunyi di baliknya. “Saya menolak uang itu karena saya takut nanti dianggap sebagai uang tutup mulut. Sebelum masalah terjadi, alangkah baiknya saya sampaikan sekarang secara terbuka,” ujar Pindong dengan lugas. Ia menegaskan, keberadaan PT Global Sawit Semesta yang beroperasi di kawasan Lae Kombih, Desa Dasan Raja, setiap hari berproduksi dan berdampak langsung pada lingkungan warga. Oleh karena itu, ia menuntut perusahaan tidak hanya memberikan uang saku, melainkan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Pindong juga menyampaikan beberapa tuntutan warga kepada pihak perusahaan: - Pekerja harian harus diprioritaskan dari masyarakat Desa Dasan Raja, bukan mendatangkan tenaga kerja dari luar dan kalau itu terjadi sebaiknya perusahaan menjauh dari desa dasan raja tandas "pindong.- Masalah limbah, asap, dan polusi wajib segera diatasi dengan sungguh-sungguh agar warga tidak merasa terganggu dan hidup dalam kecemasan;- Permohonan bantuan dari pemuda dan warga yang membutuhkan dukungan hendaknya ditanggapi dengan baik dan terbuka, bukan disembunyikan dalam pemberian yang mencurigakan. Tindakan Pindong ini dinilai sangat langka dan terpuji di tengah praktik yang kerap terjadi, di mana oknum--oknum justru menerima pemberian dari perusahaan demi kepentingan pribadi. Sikap ini membuktikan bahwa ia memegang teguh amanah rakyat dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas keuntungan sesaat. Warga Desa Dasan Raja berharap ketegasan kepala desa ini menjadi peringatan bagi PT Global Sawit Semesta untuk menjalankan usaha dengan taat aturan, peduli lingkungan, dan menghormati hak-hak warga sekitar, bukan mencoba membungkam suara dengan sejumlah uang.saat awak media kompirmasi pihak perusahaan mengatakan uang taktis it diberikan tidak maksud lain hanya membantu untuk urusan kantor desa saja kata pihak GSS.(IP)****

LANGKAT| MITRA86.SERGAP

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel yang dinilai berprestasi dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.

Penghargaan tersebut diserahkan saat apel pagi di Lapangan Jananura Polres Langkat, Selasa (22/09/2026).

Penghargaan diberikan kepada Kapolsek Kuala AKP Syamsul Bahri.S.E.,M.H., bersama 8 Personel atas keberhasilan mengungkap kasus Pembunuhan dalam Waktu 3 Hari di Wilayah hukum polsek kuala, Kasat Reskrim AKP Ghulam Yanuar Lutfi, S.T.K., S.I.K., M.H., Diberikan Penghargaan atas Mengirim Laporan Bulanan tercepat Priode Semester I Tahun 2026 Sejajaran Polres Tingkat Polda Sumut, Kasi Keu IPTU Muhammad Adi S.H bersama 1 Personel Diberikan Penghargaan atas Peringkat Terbaik Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Bendehara Pengeluaran Tahun 2026, P.s Kanit Binpolmas Sat binmas Aiptu Fakhrurrazi, S.H Diberikan Penghargaan atas Berperan Aktif Sebagai Penghubung antar kepolisian dengan Masyarakat serta aktif mendukung dan mempublikasikan kegiatan Kamtibmas melalui media sosial. 

Selain itu, penghargaan diberikan kepada Personel Si Humas Bripda Bima Farid Pratama berhasil Sebagai Peserta Pelatihan Terbaik Fotografer dan Pembuatan Video Sinematik bidang Humas dan Jajaran Polda Sumut Tahun 2026.

Kapolres Langkat AKBP Hannry, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi personel dalam menjalankan tugas.
“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan, apresiasi, dan penghormatan institusi atas dedikasi rekan-rekan dalam menjalankan tugas.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai anggota Polri tidak berhenti pada kewajiban formal, tetapi juga menuntut keberanian, integritas, dan kepekaan terhadap situasi di lapangan,”Ujar AKBP Hannry.

“Prestasi yang diraih hari ini harus menjadi motivasi bagi seluruh personel. Bagi penerima penghargaan, jadikan apresiasi ini sebagai pemacu untuk terus meningkatkan kinerja. Bagi personel lainnya, jadikan keberhasilan rekan-rekan sebagai inspirasi untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kapolres Langkat AKBP Hannry, juga mengingatkan seluruh personel Polres Langkat agar tetap menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme serta menghindari setiap tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat dan citra institusi Polri.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi program Polisi Langkat Garuda Ksatria yang diinisiasi Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”

Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat.(Hermansyah)

Posting Komentar

0 Komentar