SUBULUSSALAM — Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jabi-Jabi di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan dan nyaris tidak layak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sekolah ini berdiri persis di tepi Sungai Jabi-Jabi, sehingga setiap kali air sungai naik atau terjadi banjir, seluruh bangunan sekolah langsung tenggelam hingga setengah bagian.
Pantauan langsung awak media di lokasi membuktikan keprihatinan itu. Saat hujan turun, halaman sekolah maupun ruang kelas langsung tergenang air. Fasilitas belajar seperti meja, bangku, hingga buku-buku pelajaran banyak rusak terkena air berulang kali. Jalan menuju sekolah pun tergenang sedemikian rupa, sehingga orang tua murid mengaku harus menggunakan sampan jika air sudah naik tinggi untuk mengantar anak-anak bersekolah.
"Kalau air sudah naik, jalan menuju sekolah saja harus naik sampan. Anak-anak kami belajar tidak tenang, setiap saat was-was air masuk ke dalam kelas," ungkap seorang orang tua murid di lokasi.
Masyarakat menyambut baik adanya lahan seluas kurang lebih satu hektar yang telah dihibahkan oleh seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat untuk keperluan pembangunan sekolah baru. Lahan tersebut masih di wilayah Jabi-Jabi, strategis, dan terbebas dari ancaman banjir — syarat mutlak agar anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan tenang.
Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam, Nasrul, memberikan tanggapan penting. Ia membenarkan bahwa pihaknya telah menyusun usulan relokasi dan pembangunan gedung baru SDN Jabi-Jabi, serta sudah dimasukkan ke dalam daftar prioritas pembangunan.
"Kita sudah usulkan relokasi untuk dibangun baru dan sudah masuk sistem prioritas. Saat ini tinggal menunggu anggaran dari pusat. Apabila anggaran sudah turun, kami akan segera laksanakan," tegas Kadis Pendidikan Nasrul.
Meski demikian, masyarakat dan orang tua murid berharap proses pencairan anggaran ini tidak berlarut-larut. Mengingat kondisi sekolah yang sudah sangat mendesak dan setiap hari terancam banjir, mereka meminta Pemko Subulussalam terus mendorong dan memantau perkembangan usulan tersebut ke pusat agar tidak sekadar menjadi janji tanpa kepastian waktu. Keselamatan dan kenyamanan belajar puluhan anak didik tidak boleh tertunda terlalu lama.(IP)****

.png)
0 Komentar