Ticker

6/recent/ticker-posts

Bersyukur AKBP Ruri Prastowo Angkat kaki dari Muba Gabungan LSM,-Aktifis -insan Pers Gelar Aksi potong Bebek


MUSI BANYUASIN - MITRA 86 SERGAP Angkat kaki dari Bumi Serasan Sekate, mutasi AKBP Ruri Prastowo, S.I.K., M.I.K. dari jabatan Kapolres Musi Banyuasin (Muba) justru disambut aksi potong bebek oleh puluhan anggota LSM, Ormas, aktivis dan insan pers di Kabupaten Muba.

Aksi tersebut di usung Jurnalis dan LSM Muba yang terdiri dari Boni (Ormas Barikade 98), Megi (LSM F2R), Darul Kutni (AWDI), Warto (AKPERSI), Mak Is (Tokoh Masyarakat), Indra (IWO Indonesia), Pijai (PWO Dwipa), Andi Murex (PWRI), Indra (AMI Muba), Awam (LSM POSE RI), serta Candra (LSM FRIC). Syukuran pemotongan bebek ini digelar sebagai bentuk sindiran sekaligus dorongan evaluasi atas masa kepemimpinan AKBP Ruri Prastowo yang dinilai minim komunikasi selama kurang lebih tujuh bulan menjabat.

Para peserta berharap berbagai persoalan tersebut dapat menjadi perhatian Kapolres Muba yang baru, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H.

Ketua Umum LSM POSE RI, Desri Nago, SH, mengatakan dirinya bersama elemen masyarakat lainnya bersyukur atas mutasinya Ruri Prastowo dari Muba.

"Kami sangat bersyukur AKBP Ruri Prastowo pindah dari Muba. Potong bebek ini menjadi simbol bahwa telah berakhir satu masa dan kami berharap lahir era baru dalam penegakan hukum di Kabupaten Muba," ujar Desri.
.

Ketua DPD Ormas Barikade 98 Muba, Boni, juga mengaku lega dan bersyukur dengan mutasinya Ruri Prastowo dari Bumi Serasan Sekate.

"Kami bersyukur beliau sudah angkat kaki dari Muba. Harapan kami, Kapolres yang baru benar-benar membawa perubahan dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat," kata Boni.

Boni menilai aktivitas minyak ilegal dan sejumlah kasus kebakaran yang berkaitan dengan aktivitas tersebut masih menjadi perhatian serius masyarakat.

Sementara Ketua AWDI Muba, Darul Kutni, mengatakan aksi potong bebek tersebut merupakan bentuk ekspresi rasa syukur sekaligus harapan terhadap kepemimpinan baru Polres Muba.

Ketua Akpersi Muba, Warto, juga menyampaikan hal senada.

"Kami bersyukur AKBP Ruri Prastowo pindah. Semoga ini menjadi awal yang baru bagi Polres Muba. Kami berharap Kapolres baru dapat bekerja secara profesional, transparan dan terbuka terhadap masyarakat maupun insan pers," ujar Warto.

Di antaranya kebakaran penampungan minyak dan sumur minyak ilegal di Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, pada 12 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB yang mengakibatkan seorang warga bernama Herdik mengalami luka.

Kemudian kebakaran penyulingan minyak ilegal di Pal 6 Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman, pada 8 Juni 2026.

Kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Keban I pada 25 Juni 2026 serta kebakaran penyulingan minyak ilegal di Pal 6 Desa Bangun Sari pada 26 Juni 2026 juga menjadi sorotan.

Selanjutnya, pada 28 Juli 2026, Polsek Sanga Desa melakukan penindakan terhadap tiga lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Dusun VII, Desa Keban I.

Dari tiga lokasi tersebut, polisi menyebut pemiliknya masing-masing berinisial AZ, MZ dan LS. Ketiganya berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Para aktivis, LSM, ormas dan insan pers yang mengikuti aksi berharap Kapolres Muba yang baru dapat mengevaluasi berbagai persoalan tersebut dan memberikan kepastian terhadap kasus-kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

Aksi potong bebek sebagai simbol rasa syukur atas pergantian Kapolres sebelumnya juga pernah dilakukan insan pers di Kabupaten Banyuasin.

Saat AKBP Ruri Prastowo, S.I.K., M.H. berpindah dari jabatan Kapolres Banyuasin dan digantikan AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., insan pers Banyuasin menggelar acara syukuran dengan memotong dua ekor ayam jago di salah satu lokasi kuliner di Banyuasin, Rabu 7 Januari 2026.

Acara tersebut dihadiri puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers yang ada di Banyuasin.

Sementara itu, berbagai kritik dan penilaian yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan pandangan dari peserta kegiatan dan perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan langsung dari AKBP Ruri Prastowo terkait pernyataan para peserta aksi tersebut

Posting Komentar

0 Komentar