SUBULUSSALAM – Suasana harmonis di lingkungan pimpinan Kota Subulussalam retak berkeping-keping. Kabar yang dilangsir dari sejumlah media menyebutkan, hubungan antara Wali Kota H. Rasid Bancin (HRB) dan Wakil Wali Kota Nasir Kombih SE kini memanas hingga ke titik puncak. Bahkan ketegangan meledak di ruang rapat: meja dibalik, secangkir kopi melayang tercecer, menjadi saksi kemarahan yang tak lagi terbendung.
Sumber menyebutkan, api kemarahan Wakil Wali Kota berkobar karena merasa dibohongi terkait persoalan utang. Namun hingga kini pertanyaan besar menggantung di udara: utang apa sebenarnya yang dimaksud? Apakah utang daerah, utang proyek, atau ada hal lain yang disembunyikan? Warga pun bertanya-tanya penuh kebingungan.
Kekecewaan semakin menumpuk dengan munculnya informasi lain yang mencoreng janji kampanye. Diketahui, saat masa pencalonan dulu, HRB dengan tegas berjanji tidak akan berkompromi dengan pihak perusahaan manapun. Namun, kabar yang bocor menyebutkan, sebelum berangkat ke Jakarta, HRB justru diduga terlebih dahulu bertemu dengan pihak perusahaan di Kota Medan.
Fakta tersembunyi inilah yang membuat Wakil Wali Kota beserta para tokoh pendukung merasa sangat kecewa dan dikhianati. Bukan hanya itu, seluruh barisan pendukung pun merasa malu, karena merasa dibohongi oleh sikap yang tak sejalan dengan janji luhur yang pernah diucapkan di hadapan rakyat.
Di tengah kisruh ini, aktivitas sang Wali Kota pun menjadi sorotan tajam masyarakat. Jam terbangnya terlihat sangat tinggi: baru kemarin di Medan, tak lama melesat ke Jakarta menghadiri acara dan kunker ke DPR. Alasan yang dikemukakan adalah melobi pusat demi kepentingan rakyat. Masyarakat tentu berharap niat itu benar adanya.
Namun sayang, sampai detik ini tanda-tanda kesejahteraan belum juga terlihat nyata. Janji manis bahwa pembangunan daerah akan tuntas dalam kurun waktu tiga tahun, kini terasa tinggal janji semata. Warga pun bertanya dengan getir: di mana keberhasilan yang nyata dari program HRB?
Masyarakat Subulussalam bukan hanya bingung, mereka mulai lelah dengan janji dan keributan. Di balik perjalanan jauh dan pertemuan yang tertutup, yang paling dinanti rakyat tetaplah satu hal: bukti nyata kesejahteraan yang benar-benar terasa di rumah masing-masing.
Red
.png)
0 Komentar