Program pelatihan kemandirian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai kembali menunjukkan hasil yang positif. Melalui pemanfaatan lahan terbatas dengan sistem hidroponik, warga binaan berhasil memanen berbagai jenis sayuran segar dalam kegiatan panen raya yang digelar, Rabu (3/6/2026).
Panen tersebut menghasilkan komoditas hortikultura berupa selada, sawi, dan pakcoy yang selama ini dibudidayakan oleh warga binaan di bawah pendampingan dan pengawasan petugas lapas. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa pelatihan keterampilan produktif di dalam lapas mampu memberikan manfaat nyata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah bebas nantinya.
Kepala Lapas Binjai, Mochamad Mukaffi, mengatakan keberhasilan panen raya ini mencerminkan komitmen lembaganya dalam menghadirkan program pelatihan yang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga penguatan keterampilan kerja yang aplikatif.
Menurutnya, keterbatasan ruang di lingkungan lapas tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, sehat, dan bernilai ekonomis. Melalui sistem hidroponik, warga binaan memperkenalkan metode pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan.
“Panen raya kali ini menghasilkan berbagai komoditas sayuran segar seperti selada, sawi, dan pakcoy yang telah melalui proses perawatan secara intensif oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas,” ujar Mukaffi.
Ia menjelaskan, kegiatan budidaya hidroponik tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi media pembelajaran dan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan menjalani masa pidana,” katanya.
Mukaffi juga mengapresiasi dedikasi petugas dan semangat warga binaan yang terlibat aktif dalam program tersebut. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh merupakan buah dari proses pelatihan yang konsisten, disiplin, dan berkelanjutan.
“Panen raya ini adalah hasil kerja keras, kedisiplinan, serta proses pelatihan yang terus dilakukan. Kami berharap keterampilan budidaya hidroponik yang diperoleh dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui program pelatihan kemandirian ini, Lapas Binjai terus memperkuat pendekatan masyarakat yang humanis dan produktif. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki keterampilan, serta siap memberikan kontribusi positif di tengah kehidupan bermasyaraka.(QDRI)





0 Komentar