Upaya membangun kolaborasi lintas lembaga demi memperkuat pembangunan sosial di Kota Tebing Tinggi terus dilakukan. Salah satunya melalui audiensi yang digelar Karang Taruna Kota Tebing Tinggi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebing Tinggi, Jumat (19/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang dialog terkait berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi yang sebelumnya diajukan Karang Taruna Kota Tebing Tinggi. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Lapas sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antarlembaga.
Ketua Karang Taruna Kota Tebing Tinggi, Jatmiko, hadir bersama sekretaris, bendahara, dan sejumlah pengurus. Rombongan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Erwin F. Simangunsong, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Hendrianto Sitorus serta jajaran.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kedua pihak tampak memiliki visi yang sama dalam menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan warga binaan pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko memaparkan berbagai program kerja Karang Taruna yang berfokus pada pemberdayaan pemuda, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Program-program tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikolaborasikan dengan kegiatan pembinaan yang dijalankan Lapas.
Diskusi kemudian berkembang pada berbagai kemungkinan kerja sama di bidang sosial, pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kapasitas warga binaan agar memiliki bekal yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
Plt Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Erwin F. Simangunsong, mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pemasyarakatan memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini menjadi langkah positif untuk menciptakan program-program yang tidak hanya menyentuh generasi muda, tetapi juga mendukung proses pembinaan warga binaan agar lebih siap beradaptasi ketika kembali ke lingkungan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Jatmiko berharap audiensi tersebut menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tebing Tinggi.
Ia menilai, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung proses pembinaan warga binaan merupakan bentuk tanggung jawab sosial bersama yang perlu terus diperkuat.
Sebagai penutup, kedua pihak berkomitmen untuk menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan piagam penghargaan dari Karang Taruna Kota Tebing Tinggi kepada Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat dan terjalinnya hubungan kelembagaan yang konstruktif.
Audiensi ini menjadi penanda awal lahirnya sinergi yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kota Tebing Tinggi.(QDRI)





0 Komentar