ACEH--SUBULUSSALAM–Mitra86 Sergap-- Kebijakan pemangkasan anggaran Transfer Ke Daerah dan Desa (TKD) yang diterapkan pemerintah pusat sempat menjadi pukulan berat bagi seluruh daerah, termasuk Pemerintah Kota Subulussalam. Kabar baik pun hadir ketika anggaran yang dipangkas tersebut secara resmi dikembalikan ke daerah, namun khusus untuk Pemko Subulussalam, pengembalian dana itu terjadi pada Mei 2026 (tanggal penetapan: 22 Mei 2026).
Meski dana telah kembali, hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi atau pencairan yang bisa digunakan untuk operasional pemerintahan. Kondisi ini membuat roda pemerintahan di Kota Subulussalam terasa lumpuh dan berjalan sangat lambat. Sejumlah kantor dinas terlihat seolah tidak berfungsi, dengan pelayanan publik yang terasa redup dan jauh dari maksimal.
Beberapa Kepala Dinas yang dikonfirmasi awak media mengungkapkan kekecewaan mereka. “Kondisinya persis seperti mobil kehabisan bensin; mau jalan harus disorong. Semuanya terasa lesu,” ujar salah satu kepala dinas. Ia menambahkan, selama ini setiap kali ada kegiatan kedinasan, biaya operasional justru terpaksa ditalangi secara pribadi atau menggunakan dana darurat, karena anggaran yang tersedia tidak memadai.
Dampak pemangkasan anggaran sebelumnya sangat terasa hingga ke tingkat ASN. Semangat kerja pegawai menurun drastis, lantaran honor dan tunjangan kinerja ikut dipangkas drastis. Padahal dana pemulihan sudah dikembalikan pusat, namun hingga kini masih senyap—belum dimanfaatkan sama sekali untuk memulihkan kinerja pelayanan.
Kondisi keuangan Pemko Subulussalam sendiri dinilai sudah sangat goyang. Banyak pos anggaran yang seharusnya jelas manfaatnya bagi masyarakat justru dialihkan ke pos lain yang tidak mendesak. Masalah makin pelik karena sejumlah utang pembayaran proyek yang berjalan sejak tahun 2023 hingga 2025 hingga kini belum terlunasi.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan, sampai kapan kondisi ini berlangsung, dan kapan anggaran yang sudah dikembalikan itu benar-benar turun untuk mengembalikan fungsi pelayanan publik seperti semula.
Pewarta:IP





0 Komentar