Mitra 86 sergap Batu Bara - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H OK Arya Zulkarnain Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui pengembangan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta layanan kegawatdaruratan (emergency). Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari langkah transformasi menuju rumah sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) yang modern, terpadu, dan profesional.
Langkah pengembangan tersebut sejalan dengan program peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kab Batu Bara yang mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia, (Kemenkes), melalu dana DAK Tahun 2026.
Program itu difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak-anak, khususnya di wilayah Batu Bara dan sekitarnya.
Direktur RSUD H OK Arya Zulkarnain dr Guru Wahyu Nugraha ditemui diruanganya mengatakan, " manajemen rumah sakit saat ini terus melakukan pembenahan terhadap sejumlah layanan prioritas guna menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat terkait kesehatan yang optimal dan baik
Menurut Direktur RSUD. H OK Arya Zulkarnain " penguatan NICU dan PICU menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan penanganan bayi dan anak dalam kondisi kritis. Selain itu, penguatan layanan emergency juga terus dipersiapkan agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan cepat, tepat, dan optimal bagi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan, " jelas Direktur RSUD H OK Arya Zulkarnain dr Guru Wahyu Nugraha.
“RSUD H OK Arya Zulkarnain terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan ibu dan anak, termasuk melalui penguatan NICU, PICU, dan emergency sebagai bagian dari pengembangan rumah sakit menuju RS PONEK,” Jelas dr Guru Wahyu Nugraha.
Ia menjelaskan, konsep rumah sakit PONEK memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena menjadi standar pelayanan utama dalam menangani kegawatdaruratan ibu dan bayi secara terpadu selama 24 jam.
Ditempat terpisah ditemui Nurhadi Maryono salah satu masyarakat kecamatan Air Putih Kab Batu Bara ditemui pada Kamis (22/5) diseputaran kantor DPRD Batu Bara mengatakan.
" Langka yang diambil pihak RSUD sudah tepat dan benar, mengingat saat ini, terkait sarana dan prasarana, kesempatan sangat diperlukan, untuk kwalitas kesehatan yang perima dan baik, " ucap ketua Bapera juga Pena Puja Kesuma Batu Bara.
dr Guru Wahyu menambahkan, dukungan Kemenkes RI melalui dana DAK juga Pemerintah Kabupaten Batu Bara saat ini menjadi langkah awal dalam penguatan kapasitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama melalui dukungan pembiayaan akomodasi, pelatihan tenaga kesehatan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit, " Jelasnya.
Penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan pengembangan layanan ibu dan anak itu diharapkan dapat mendorong RSUD H OK Arya Zulkarnain menjadi rumah sakit yang semakin modern dan terpercaya di Batu Bara , khususnya dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. ( N maryono)





0 Komentar