Ticker

6/recent/ticker-posts

Menjadi Warga Digital Yang Cerdas Dutengah Maraknya Penyalahgunaan AI



Perkembangan teknologi yang pesat hari ini lahir karena untuk memenuhi kebutuhan manusia, seperti halnya dalam bidang Pendidikan, bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Kehadiran teknologi ini tidak dapat ditolak meskipun kita ketahui ada berbagai dampak yang lahir akibat adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Diantaranya adalah artificial intelligence (AI) yang merupakan produk manusia diciptakan dengan tujuan mengefisiensi pekerjaan manusia itu sendiri.

Namun belakangan ini, AI justru menjadi permasalahan serius dalam dunia digital, produksi dan penyebaran konten palsu (hoaks) semakin merajalela dengan kehadiran AI, foto dan video palsu dalam bentuk pornografi, penipuan, bahkan penyalahgunaan dibidang akademik sekalipun saat ini banyak menggunakan AI.

Ditengah maraknya masalah yang diakibatkan AI tersebut, maka kita sebagai manusia yang juga tidak dapat menghindari pesatnya teknologi saat ini tentu harus menerapkan budaya Literasi media agar tidak menjadi korban dari kejahatan media.

Berikut beberapa langkah praktis menjadi warga media digital yang cerdas:

1. Saring Sebelum Sharing: Jangan terburu-buru membagikan suatu informasi, terutama jika memancing emosi berlebih. Baca isi keseluruhannya, bukan hanya judulnya.
* Cek Kredibilitas Sumber: Pastikan berita berasal dari portal berita yang kredibel dan terdaftar, bukan dari blog atau pesan berantai anonim.
* Gunakan Fitur Pelaporan (Report): Jika melihat konten yang mengandung ujaran kebencian, kekerasan, atau hoaks, jangan ragu untuk menggunakan fitur lapor yang tersedia di platform media sosial.
* Jaga Keamanan Akun: Aktifkan autentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication) di setiap akun media sosial dan perbankan digital Anda.

Singkatnya, dunia digital adalah ekstensi dari dunia nyata kita. Oleh karena itu, aturan, etika, dan kehati-hatian yang kita terapkan di kehidupan sehari-hari harus turut dibawa ke ranah maya. Literasi media digital adalah kunci utama untuk tidak hanya bertahan dari dampak negatif internet, tetapi juga memanfaatkannya untuk berkembang, berinovasi, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Penulis : Ahmad Wahyu
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

Posting Komentar

0 Komentar