Ticker

6/recent/ticker-posts

Perkuat Ketahanan Pangan, Petani Mojokerto Mendapat Pelatihan Tanaman Pangan Dan Hortikultura.

Mitra86sergap.com
Kota Mojokerto, – Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura bagi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Mojokerto di Gedung PLUT Maja Citra Kinarya pada Senin (27/4). 

Dalam pelatihan yang diikuti oleh 75 petani padi dan 50 petani jeruk ini, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan prioritas nasional yang harus didukung seluruh daerah, termasuk Kota Mojokerto, meskipun memiliki keterbatasan lahan pertanian.
“Karena ketahanan pangan ini merupakan prioritasnya Bapak Presiden Prabowo, jadi di semua daerah, tidak peduli kota sekalipun, tetap wajib untuk ikut mendukung program ketahanan pangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Mojokerto telah melakukan berbagai langkah konkret, di antaranya melalui program Luas Tambah Tanam (LTT) serta pendampingan pertanian yang berdampak pada peningkatan produktivitas hasil panen serta menyalurkan bantuan kepada petani berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk, serta pestisida.
“Kalau yang sebelumnya per hektare itu hanya kisaran 6,5 ton, Alhamdulillah sudah beberapa kali panen insyaallah mulai tahun 2025 kemarin sudah 8,2 ton per hektarnya,” terangnya.

Ning Ita juga menekankan untuk pengembangan hortikultura sebagai bagian dari integrasi sektor pertanian dengan pariwisata, khususnya di kawasan bantaran Kali Ngotok. Serta pentingnya peran masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari berbagai event yang diselenggarakan pemerintah, khususnya di wilayah barat Kota Mojokerto.
“Ke depan saya akan terus berkomitmen untuk membuat event-event di wilayah barat. Jadi tolong kesempatan itu juga dimanfaatkan semaksimal mungkin," tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Mojokerto Novi Rahardjo, menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari program penyuluhan pertanian. Dengan berbagai materi yang telah disiapkan mulai dari strategi pengembangan tanaman pangan dan hortikultura perkotaan, hingga antisipasi dan mitigasi terkait hidrometeorologi.  

“Kemudian untuk bahan ajar kami juga akan men-support teman-teman itu mulai dari rodentisida, insektisida, bibit cabai serta gandasil dan beberapa penangkal hama lainnya,” jelas Novi

Penyerahan bahan ajar secara simbolis kepada perwakilan petani menjadi penanda dimulainya yang dilaksanakan selama dua hari yaitu pada 27 dan 30 April 2026.
 (BENI KAPERWIL)

Posting Komentar

0 Komentar