ACEH TIMUR, mitra86sergap.com
Kuasa hukum keluarga korban, Zaid Al Adawi, meninjau langsung lokasi penemuan jasad M. Alfarisi pada Minggu (26/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan guna mencocokkan kondisi di lapangan dengan keterangan resmi yang sebelumnya disampaikan oleh pihak kepolisian.
Dalam peninjauan itu, Zaid mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai tidak selaras dengan pernyataan awal aparat. Ia menyoroti penjelasan dari pihak Ditresnarkoba Polda Aceh melalui Humas yang menyebut korban diduga jatuh ke lereng.
“Setelah kami melihat langsung, lokasi tersebut bukanlah lereng curam, melainkan hanya sebuah bukit. Jika dikatakan korban jatuh hingga menyebabkan kematian, hal itu menurut kami perlu dikaji lebih lanjut karena terlihat tidak sepenuhnya relevan. Seharusnya pihak terkait melakukan olah TKP terlebih dahulu sebelum menyampaikan keterangan,” ujar Zaid.
Selain kondisi lokasi, perbedaan informasi terkait posisi jasad saat ditemukan juga menjadi perhatian.
Berdasarkan keterangan warga, korban disebut ditemukan dalam posisi terlentang, berbeda dengan informasi sebelumnya yang menyebut posisi terlungkup.
“Perbedaan ini tentu harus ditelusuri lebih lanjut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” katanya.
Zaid juga mengungkapkan adanya dugaan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal pihak keluarga. Beberapa di antaranya berupa memar di wajah, luka gores di leher dan lengan, serta dugaan bekas ikatan pada salah satu lengan.
“Kami menghimpun keterangan dari saksi dan temuan awal sebagai bahan informasi. Namun untuk pembuktian secara hukum, kami sepenuhnya menyerahkan kepada pihak berwenang,” jelasnya.
Ia menambahkan, temuan dugaan bekas ikatan tersebut memperkuat indikasi bahwa kematian korban tidak semata-mata akibat terjatuh, melainkan berpotensi mengarah pada dugaan penganiayaan.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, dan keluarga korban berharap pihak berwenang dapat mengusutnya secara transparan dan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kematian M. Alfarisi.
Abuyan





0 Komentar