Harapan warga Desa Bukit Linteng, Kecamatan Langkahan, untuk memiliki akses jalan yang layak kini segera menjadi kenyataan. Setelah sebelumnya infrastruktur di wilayah ini sempat lumpuh akibat diterjang banjir, personel Koramil 29/LKH bersama Yon Zipur 5/ABW kini tengah berjibaku menuntaskan pembangunan jembatan Aramco. Sabtu (14/2/2026).
Pengecoran lantai dan balok jembatan menjadi fokus utama saat ini guna memastikan struktur bangunan lebih kokoh dan tahan terhadap tantangan alam di masa depan.
Progres pembangunan yang kini telah menembus angka 89% menunjukkan keseriusan TNI dalam memulihkan akses transportasi masyarakat pasca bencana. Dengan dukungan satu unit ekskavator Komatsu 320, 15 personel ahli dari Yon Zipur 5/ABW terus mempercepat pengerjaan teknis di lapangan. Sinergi ini merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali urat nadi perekonomian warga yang sempat terhambat akibat rusaknya jalur penghubung utama desa.
Babinsa Koramil 29/LKH, Serda Ardan, yang terus mengawal proses finishing di lokasi, menegaskan bahwa jembatan ini dibangun dengan standar kekuatan yang lebih baik agar tidak mudah tergerus arus jika debit air meningkat. “Kami belajar dari musibah banjir sebelumnya. Pengecoran lantai jembatan ini kami pastikan benar-benar solid. Target kami jelas, jembatan ini harus segera berfungsi agar warga tidak lagi terisolasi dan bisa beraktivitas dengan aman,” ujarnya penuh instruksi.
Kehadiran jembatan Aramco yang baru ini disambut haru dan penuh syukur oleh perangkat desa serta warga setempat sebagai simbol kebangkitan pasca bencana. Bukan sekadar konstruksi baja dan beton, jembatan ini adalah wujud kemanunggalan TNI yang hadir sebagai solusi cepat di tengah kesulitan rakyat.(QDRI)





0 Komentar