Ticker

6/recent/ticker-posts

Bentrokan Team Sukses Caleg Di Langkat"Diduga Pemicunya Money Politic"Warga Jadi Korban



LANGKAT| MITRA86.ID

Seperti pribahasa Habis manis sepah dibuang,kesepakatan yang telah dibuat warga Desa untuk kemajuan pembangunan serta kerukunan dimana tempat tinggalnya puluhan tahun silam telah dilanggar karena adanya dugaan Money Politic (Politik Uang) dari Jr, oknum Calon Legislatif (Caleg) dari salah satu partai di Indonesia. Hal itu dialami warga Barak Induk, Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Menurut keterangan Legiani, salah seorang warga Dusun V Aman Damai kepada awak media, Sabtu (24/2/2024), dirinya menjadi salah satu korban amukan Rolan, salah seorang warga yang ikut serta diduga menjadi tim sukses Caleg tersebut di Desanya.


Saat itu, kata Legiani, sebelumnya warga telah mengetahui jika ada beberapa warga yang menjadi tim sukses Caleg tersebut di Desanya. Namun, puncak kemarahan ratusan warga pun terjadi karena adanya Money Politic dari Caleg itu untuk mendapatkan suara di Desanya.

Sekitar ratusan warga yang sebagian besar dari kaum ibu ibu mendatangi rumah Anto Koplok yang menjadi Koordinator tim sukses Caleg tersebut untuk menanyakan perihal pengkhianatan kesepakatan warga. Lalu warga pun bergerak ke rumah Ronal, salah seorang oknum guru PNS yang diduga ikut serta menjadi tim sukses Caleg tersebut.

Saat ratusan warga ke rumah Rolan, lanjut Legiani, Rolan hanya tersenyum seakan terkesan mengejek gitu. Kemudian, Rolan pun mengambil semacam pompa angin, dan mengayun-ayunkannya ke ratusan warga yang telah berkumpul di depan rumahnya.

"Saya yang dipukul dengan pompa itu Pak. Lengan kanan saya terluka karena ayunan pompa tersebut," ungkapnya, sembari menunjukkan bekas lukanya.

Tak hanya Legiani, beberapa orang Ibu Ibu juga mengalami luka di sekitar jarinya akibat terkena ayunan pompa tersebut.

Melihat ibu ibu mendapatkan luka, warga yang terdiri dari laki-laki langsung menerjang dan berupaya mengambil pompa yang digunakan Rolan. Namun naas, saat pompa yang terus diayunkan Rolan ke warga membentur dinding dan berbalik mengenai kepalanya sendiri.

"Negara kita negara demokrasi, silahkan memilih siapapun Calegnya. Namun, di Barak Induk ini, warga yang menerima politik uang untuk memilih Caleg akan dianggap pengkhianat. Ini merupakan kesepakatan warga disini pak," sebutnya, sembari sesekali terlihat air mata menetes di pipinya.

"Bahkan, jika ada warga yang berkhianat itu berasal dari keluarga kami, maka kamipun siap mengusir keluarga kami itu Pak," cetus salah seorang warga, menimpali kata kata Legiani.

Di tempat yang sama, SJ, salah seorang warga Barak Induk turut mengungkapkan, jika dia menerima uang dari tim sukses Caleg tersebut sebesar 120 ribu rupiah untuk satu suaranya.

"Benar pak, saya menerima uang Caleg tersebut dari tim suksesnya sebesar 120.000 rupiah untuk memilihnya," cetusnya.

Ditanya mengenai penahanan warga oleh pihak kepolisian, warga Barak Induk berharap agar pihak Polres Langkat membebaskan kedua belas orang warga yang ditahan.

"Jika ada saja satu orang warga yang ditahan, maka kami ratusan warga Barak Induk akan siap turun ke jalan, dan bersedia mempertanggung jawabkannya dengan menahan kami juga semua, warga Barak Induk Pak," tegas salah seorang warga, diamini belasan warga yang hadir di Stabat.

Diketahui sebelumnya, kasus keributan yang terjadi di Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat terjadi pada Minggu (18/2/2024) lalu, sekira pukul 13.30WIB itu menyisakan kepedihan bagi masyarakat dan keluarga yang dijadikan tersangka maupun korban oleh penyidik Polres Langkat.

Adapun 12 orang warga yang saat ini masih ditahan masing-masing bernama Wardi, Hardianto, Lasimun, M.Zaini Harahap, Ramlan, Tarno, Sudarwadi, Suratman, Mardi, Suriono, Juli Asti dan Aprita. Penyidik Polres Langkat, juga menerima barang bukti 2 unit sepeda motor yang dibakar warga.(Hermansyah)

Posting Komentar

0 Komentar