ACEH SINGKIL – KOTA SUBULUSSALAM — Wilayah Aceh Singkil dan Kota Subulussalam dikenal sebagai kawasan hamparan perkebunan kelapa sawit terluas. Namun di balik deretan pohon sawit yang terus menjalar, tersembunyi kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan dan semakin tidak terkendali.
Pabrik-pabrik pengolahan sawit bermunculan di mana-mana. Tujuannya hanya satu: mengolah buah sawit menjadi minyak lalu dikirim ke berbagai penjuru Sumatera. Banyak pabrik sudah tidak lagi peduli pada kelestarian alam — yang penting roda berputar, produksi jalan, dan keuntungan didapat.
Pembukaan lahan untuk tanaman sawit dengan izin Hak Guna Usaha (HGU) kini menjamur. Bahkan, banyak perkebunan beroperasi tanpa kelengkapan izin resmi. Pelanggaran dibiarkan berjalan seolah-olah hal yang wajar.
Yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah hutan rawa Singkil. Kawasan yang seharusnya dilindungi dan dilarang dibuka itu kini habis dibabat habis untuk dijadikan perkebunan sawit. Penebasan liar terjadi di sepanjang pinggiran Kecamatan Ronding, mengikuti aliran sungai hingga meluas ke wilayah Singkil dan Aceh Selatan. Hutan rawa yang menjadi paru-paru daerah dan penyangga ekosistem itu kini nyaris lenyap.
Diduga kuat pelakunya adalah para investor dari luar daerah yang bekerja sama dengan oknum tertentu. Modus operansinya: menyuruh warga membuka hutan, lalu membeli lahannya dari masyarakat. Praktik ini dilakukan secara terencana, sistematis, dan menggerogoti kawasan lindung sedikit demi sedikit hingga kini tinggal nama.
Masyarakat dan penggiat lingkungan mempertanyakan: Apakah pemerintah benar-benar tidak tahu, atau justru ikut bermain? Mengapa kerusakan berlangsung terus tanpa ada tindakan tegas?
Para pemerhati lingkungan dan warga menuntut:
Tindak tegas seluruh pelaku perusakan hutan rawa Singkil tanpa pandang buluTutup paksa pabrik sawit yang terbukti menerima dan membeli buah sawit hasil pembabatan kawasan lindung
Jangan menunggu hancur total baru bertindak. Tindakan harus dilakukan sekarang, bukan nanti Kawasan sepanjang aliran sungai dari Kecamatan Ronding hingga perbatasan Aceh Selatan harus dipulihkan dan dijaga ketat
"Hutan rawa Singkil sudah di ambang kehancuran. Jangan sampai kita mewariskan kekeringan, banjir, dan kerusakan kepada anak cucu hanya demi keuntungan sesaat. Pemerintah harus tegas, jangan tutup mata," tegas para penggiat lingkungan.
Selamatkan hutan rawa Singkil sebelum benar-benar tidak terselamatkan lagi.(IP)*****

.png)
0 Komentar