MEDAN, mitra86sergab.com
Pesan Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah , tentang keadilan upah kembali digaungkan DPW Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Sumatera Utara. Dalam Seminar Ketenagakerjaan yang digelar bersamaan dengan Maulid Nabi 1448 H di Hotel Nivia, jajan letda Sujono no.91 Medan, Minggu (13/9/2026), PPMI menuntut negara hadir melindungi buruh.
Tema yang diusung “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Dalam Membangun Ketenagakerjaan yang Berkeadilan dan Bermartabat” menjadi tamparan bagi praktik ketenagakerjaan saat ini.
Dalam seminar ketenagakerjaan pembahasan 4 masalah besar , 1, upah murah , 2, BPJS , Pengangguran , 4 , Pekeria digital .
Hadir Presiden DPP PPMI Daeng Wahidin, Ketua DPW PPMI Sumut Herman Saragih, AKP Budi Tarigan dari Polda Sumut, Syahdan Lubis dari Disnaker Sumut, dan Romi Ajisetiawan dari BPJS Ketenagakerjaan.
"Kerja Dulu Baru Dibayar, Itu Kebalikan Ajaran Nabi"
Presiden DPP PPMI Daeng Wahidin mengawali kritiknya dengan mengutip hadits.
“Nabi perintahkan bayar upah sebelum keringat kering. Sekarang faktanya terbalik. Buruh kerja dulu, gajian telat. Itu zolim,” tegas Daeng.
Ia menyebut 60 persen pekerja Indonesia kini masuk sektor informal seperti ojol dan pekerja harian. Kondisi ini diperparah kebijakan Omnibus Law yang menurutnya memangkas hak-hak dasar buruh.
“Karena itu kita kawal RUU Perlindungan Tenaga Kerja. Jangan sampai anak bangsa jadi budak di negerinya sendiri,” ujarnya.
4 Bom Waktu Ketenagakerjaan Sumut Dibongkar
Seminar ini membedah persoalan riil di lapangan:
1.Upah Murah & BPJS Bodong
Ketua Umum DPW PPMI Sumut Herman Saragih menyebut masih banyak perusahaan membayar di bawah UMK dan tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS. “Ini PR besar kita semua,” katanya.
2.Pengangguran dan Mismatch Lulusan
Data dari Disnaker Sumut yang disampaikan Syahdan Lubis: TPT Sumut 5,03%. Penyebabnya, kualitas SDM tidak merata, lulusan SMK tidak sesuai industri, dan pelatihan kerja minim. “Lapangan kerja juga numpuk di Medan,” tambahnya.
3.Pekerja DigitalTanpa Jaminan
Syahdan juga menyoroti pekerja digital dan ojol yang perlindungan sosialnya nyaris tidak ada.
4.Konstruksi Rawan, Belum Terdaftar BPJS
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Romi Ajisetiawan meminta bantuan serikat untuk mendata pekerja konstruksi jalan dan jembatan. “Mereka paling banyak belum jadi peserta. Padahal risikonya tinggi,” ujarnya.
Polisi: Jaga Komunikasi, Jangan Sampai Bentrok
AKP Budi Tarigan dari Polda Sumut memastikan situasi perburuhan di Sumut kondusif. “Kami imbau semua pihak jaga komunikasi. Jangan sampai ada aksi yang anarkis,” katanya.
Dalam tausyiah Maulid, Ustadz Irwansyah Manik mengajak peserta meneladani Nabi yang selalu membela kaum lemah. “Jangan takut berjuang untuk kebenaran. Allah bersama kita,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi dan komitmen PPMI Sumut untuk terus mengawal RUU Perlindungan Tenaga Kerja hingga disahkan.
Sumber : DPW Persaudaran Pekerja Muslim Indonesia ( PPMI ) Sumatera Utara .
( Darmayani )



.png)
0 Komentar