ELAT — Mitra86Sergap.com
Gabungan Karate Shito Ryu (GABDIKA) Maluku Tenggara Dojo BB@ Camp Elat menyelenggarakan kegiatan ujian kenaikan tingkat atau kenaikan sabuk, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sesuai agenda nasional yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat GABDIKA.
GABDIKA Shito Ryu Kai merupakan salah satu perguruan bela diri yang bernaung di bawah Federasi Olahraga Karate Indonesia, yang secara konsisten membina generasi muda tidak hanya dalam keterampilan fisik, melainkan juga pembentukan karakter dan kepribadian yang luhur.
Sebanyak 43 peserta mengikuti ujian kali ini, yang kesemuanya adalah pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi ujian mencakup dasar-dasar teknik bela diri, meliputi: Bach (kuda-kuda), Uke (tangkisan), Tzuki (pukulan), Geri (tendangan), Kata, serta pengujian kesegaran fisik.
Tim penguji yang bertugas terdiri dari Sensei Hengki Renel, Simpai Buyung Balubun, Simpai Jofan Rada, Simpai Jacop Renmaur, dan Simpai Batmetan.
Semua Peserta Dinyatakan Lulus
Setelah melalui rangkaian pengujian yang ketat dan menyeluruh, seluruh 43 peserta dinyatakan lulus dan berhak menerima kenaikan sabuk sesuai dengan tingkatan masing-masing. Keberhasilan ini menunjukkan kedisiplinan, ketekunan, serta kesungguhan para murid dalam mengikuti pembinaan selama ini.
Para peserta diingatkan untuk senantiasa memegang teguh prinsip serta janji GABDIKA Shito Ryu Kai Indonesia dalam setiap tingkatan yang diraih.
Karate Membentuk Karakter Generasi Bangsa
Dalam kesempatan tersebut, Sensei Hengki Renel memberikan pesan sekaligus motivasi kepada seluruh murid (Kohai) yang mengikuti kegiatan.
"Tujuan utama olahraga adalah menyehatkan tubuh sekaligus menyempurnakan jiwa. Oleh karena itu, seorang praktisi karate harus teguh pendirian, berhati luhur, jujur, serta taat kepada pimpinan," ujar Sensei Hengki.
Lebih lanjut ia menjelaskan, latihan karate bukan sekadar menguasai gerakan fisik, melainkan sarana untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan berprestasi di dunia olahraga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Sabuk Adalah Kehormatan, Bukan Sekadar Simbol
Sensei Hengki juga menegaskan pentingnya keabsahan keanggotaan dan penghargaan yang diterima.
"Jika seseorang menyatakan dirinya sebagai anggota GABDIKA Shito Ryu Kai, maka ia harus dapat membuktikannya dengan ijazah resmi. Jika tidak dapat menunjukkan bukti tersebut, maka ia hanyalah simpatisan, dan segala tindakannya menjadi tanggung jawab pribadi, bukan tanggung jawab perguruan," tegasnya.
"Setiap pemegang sabuk hitam wajib memiliki ijazah yang sah dari perguruan. Tidak cukup hanya mengenakan pakaian dan sabuk, karena karate adalah jiwa, dan sabuk adalah kehormatan seorang karate-ka," tambahnya.
Dipasang Langsung oleh Tokoh Masyarakat dan Orang Tua
Prosesi pemasangan sabuk kepada para murid yang dinyatakan lulus dilakukan secara khidmat. Acara dihadiri oleh perwakilan Kapolsek Elat, perwakilan Danramil Elat, serta para orang tua murid dari Dojo GABDIKA Langgur dan Dojo Elat, yang turut memasangkan sabuk kepada anak-anak mereka.
Kehadiran para tokoh masyarakat serta dukungan penuh dari para orang tua menjadi bukti bahwa pembinaan bela diri di wilayah ini mendapat dukungan luas, baik dari pihak keamanan, instansi terkait, maupun dari keluarga.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar dari awal hingga selesai.



.png)
0 Komentar