Mitra86sergap.com
Medan, 2 September 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menggelar doa bersama lintas agama di Adhyaksa Hall Lantai 1 Kejati Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan kerohanian yang dilaksanakan sebelum acara makan siang bersama dalam rangka syukuran tersebut diikuti langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin, SH., MH, didampingi Wakajati Sumut Eko Adhyaksono, SH., MH, para pejabat utama (PJU), pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejati Sumut, Kajari Medan dan Kajari Belawan beserta jajaran, serta para pejabat eselon IV dan seluruh pegawai jajaran Kejati Sumatera Utara.
Doa bersama lintas agama tersebut digelar sebagai bagian dari perenungan dan refleksi bagi seluruh pegawai maupun institusi Kejaksaan. Momentum Harlah Kejaksaan RI ke-81 diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi seluruh jajaran untuk semakin bergerak dan berkarya demi kemajuan institusi, khususnya dalam mewujudkan penegakan hukum yang semakin berintegritas dan humanis.
Dalam sambutannya, Kajati Sumut Muhibuddin, SH., MH mengajak seluruh jajaran Kejati Sumatera Utara untuk meningkatkan sekaligus meneguhkan iman dan ketakwaan. Menurutnya, keimanan dan ketakwaan menjadi salah satu benteng penting bagi setiap insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Kajati mengingatkan agar seluruh pegawai tidak mudah tergerus maupun terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang dapat merusak diri sendiri, keluarga, maupun institusi.
"Iman dan takwa akan menjaga dan menghindarkan kita dari hal-hal buruk, kemungkaran dan segala perbuatan negatif. Oleh karenanya, mari ikuti dengan khidmat dan khusyuk acara doa bersama ini. Tidak ada pertolongan selain pertolongan dari Allah SWT," ujar Muhibuddin.
Doa bersama tersebut dipimpin oleh sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara.
Untuk agama Islam, doa dipimpin oleh Drs. H. M. Arifin Umar. Kemudian doa agama Kristen Protestan dipimpin oleh Pdt. Dr. Henry B. Tarigan, M.Pd. Doa agama Katolik dipimpin oleh Pastor Moses Elias Situmorang. Selanjutnya, doa agama Hindu dipimpin oleh Pinandita M Manogren, agama Buddha dipimpin oleh Pandita Meng Lie Amran, S.Ag., M.Pd, serta doa agama Konghucu dipimpin oleh Muslim Linggaow.
Kegiatan doa bersama lintas agama tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah Kejaksaan RI ke-81, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan Kejati Sumut.
Usai pelaksanaan doa bersama, para tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB Sumatera Utara menyampaikan rasa bahagia dan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81.
Mereka juga menyampaikan keyakinan bahwa Kejaksaan akan terus melakukan pembenahan untuk menjadi institusi penegak hukum yang semakin baik dan maju serta mampu menjalankan tugas sebagai penegak hukum dan pengacara negara dalam membela kepentingan negara, bangsa dan masyarakat.
"Semoga Tuhan memberkati perjalanan institusi Kejaksaan," ujar Pastor Moses Elias Situmorang dalam testimoninya.
Peringatan Harlah Kejaksaan RI ke-81 tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus meningkatkan integritas, profesionalitas, humanitas serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.
(Nyono)

.png)
0 Komentar