Ticker

6/recent/ticker-posts

Warga Keluhkan Aroma BBM, Pertamina Labuhan Deli Pastikan Monitoring Lingkungan Dilakukan Berkala



Mitra86sergap.com

Medan Labuhan – 19 Agustus 2026, Keluhan masyarakat terkait aroma bahan bakar minyak (BBM) yang dirasakan di sekitar wilayah operasional Terminal BBM Medan atau Fuel Terminal Medan mendapat perhatian dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Sebelumnya, lima orang perwakilan warga dari Lingkungan 19 dan 21, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, mendatangi Fuel Terminal Medan untuk menyampaikan keresahan masyarakat sekaligus meminta kesempatan audiensi dengan pihak pengelola.

Warga berharap keluhan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui komunikasi dan dialog bersama, terutama menyangkut kenyamanan lingkungan serta kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keselamatan di sekitar kawasan operasional.

Perwakilan warga, Rahman, mengatakan kedatangan mereka bukan untuk mencari persoalan, melainkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi agar keluhan masyarakat dapat memperoleh penjelasan dan solusi dari pihak Pertamina.

“Mengingat Pertamina Labuhan Deli atau Fuel Terminal Medan merupakan kawasan strategis, kami memilih menyampaikan surat permohonan audiensi. Tujuannya agar keluhan masyarakat dapat dibicarakan secara baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Rahman, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, masyarakat di sekitar lokasi selama ini merasa terganggu dengan aroma BBM yang tercium di lingkungan permukiman. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran sebagian warga terkait aspek keselamatan.

“Kami berharap pihak Fuel Terminal Medan dapat memberikan perhatian terhadap keresahan masyarakat. Kami ingin ada komunikasi yang baik sehingga persoalan ini bisa dicari jalan keluarnya bersama,” lanjutnya.

Rahman menambahkan, masyarakat memberikan kesempatan kepada pihak Fuel Terminal Medan untuk menindaklanjuti surat permohonan audiensi yang telah disampaikan.

“Apabila sampai Kamis, 20 Agustus 2026 belum ada tindak lanjut, masyarakat berencana kembali datang secara bersama-sama untuk menanyakan perkembangan permohonan audiensi tersebut. Kami berharap semuanya tetap berjalan secara tertib dan melalui komunikasi yang baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Medan Utara Pers (MUP), S.E. Damanik, turut mendorong agar keluhan masyarakat dapat segera direspons oleh pihak pengelola Fuel Terminal Medan.

“Kita berharap keluhan warga jangan sampai berlarut-larut. Yang paling penting adalah adanya komunikasi antara masyarakat dan Pertamina. Apalagi kawasan ini merupakan fasilitas strategis, sehingga aspek keamanan, kenyamanan masyarakat dan kelancaran operasional sama-sama harus diperhatikan,” ujar S.E. Damanik.

Menurutnya, penyelesaian melalui dialog akan lebih baik bagi semua pihak.

“Kita berharap Pertamina membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan penjelasan, sementara Pertamina juga dapat mengetahui secara langsung kondisi dan keluhan yang dirasakan warga di sekitar wilayah operasional,” tambahnya.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager Pertamina Labuhan Deli, Teddy Manuputty, belum berhasil dikonfirmasi secara langsung terkait permohonan audiensi tersebut.

Namun, petugas keamanan yang berada di lokasi menyampaikan bahwa kedatangan perwakilan warga telah dilaporkan kepada pihak atasannya.

“Sudah kami laporkan kepada atasan kami,” ujar petugas keamanan tersebut sambil menunjukkan komunikasi melalui WhatsApp kepada atasannya.

Pertamina: Monitoring Lingkungan Dilakukan Secara Berkala

Menanggapi keluhan masyarakat Lingkungan 19 dan 21 Kelurahan Pekan Labuhan, tim awak media yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPW Sumatera Utara kemudian melakukan konfirmasi kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, melalui Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, menyampaikan bahwa perusahaan terus memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional Terminal BBM Medan.

Dalam keterangannya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjelaskan bahwa pemantauan lingkungan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keamanan operasional sekaligus kenyamanan masyarakat sekitar.

“Sebagai langkah preventif, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut secara berkala melakukan pemantauan kondisi lingkungan di sekitar area operasional, termasuk pengecekan tingkat kebauan pada titik-titik terluar di sekitar tangki timbun,” demikian disampaikan Pertamina.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan perusahaan, kondisi lingkungan di area tersebut dipastikan berada dalam batas aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pertamina juga menegaskan bahwa setiap masukan maupun informasi yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan dan menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat kondisi yang memerlukan tindak lanjut,” jelasnya.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan operasional yang aman, nyaman dan harmonis.

Mengedepankan Dialog

Dengan adanya penyampaian keluhan dari masyarakat dan respons dari Pertamina tersebut, diharapkan persoalan aroma BBM di sekitar Fuel Terminal Medan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan audiensi secara langsung.

Masyarakat berharap Pertamina dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait hasil monitoring lingkungan, sementara pihak Pertamina juga diharapkan dapat memperoleh informasi langsung mengenai kondisi yang dirasakan warga.

Langkah dialog dan koordinasi antara masyarakat dengan pengelola Fuel Terminal Medan dinilai menjadi jalan terbaik agar persoalan dapat diselesaikan secara proporsional, tanpa mengganggu keamanan, kenyamanan warga maupun kelancaran operasional Pertamina.

Dengan komunikasi yang terbuka dan respons yang cepat, diharapkan keberadaan Fuel Terminal Medan dapat terus berjalan dengan aman sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

(Adi)

Posting Komentar

0 Komentar