Mitra86sergap.com
Kota Mojokerto, – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri secara daring Kick-off Program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2026 dari Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat, Kamis (20/8). Mengusung tema “Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030”, I-SIM 2026 menjadi platform bagi pemerintah kota untuk menunjukkan aksi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus menjadi sarana evaluasi dan pengembangan pembangunan berkelanjutan di daerah.
Selaku Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Ning Ita sapaan akrabnya mengatakan, APEKSI mengapresiasi program I-SIM yang merupakan kolaborasi bersama PT Surveyor Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, APKASI, dan berbagai pihak yang memiliki misi yang sama dalam mendorong pemerintah daerah yang semakin berkelanjutan.
“Pemerintah daerah dengan berbagai tantangan yang terus berkembang sesuai perkembangan masa, termasuk kondisi geopolitik global, tentu dituntut untuk mampu menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, agenda SDGs menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan. Dengan target pencapaian SDGs pada 2030 semakin dekat sehingga perlu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk melakukan berbagai akselerasi. I-SIM tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi atau pemeringkatan. Bagi APEKSI, program tersebut lebih penting sebagai proses self-assessment dan continuous improvement bagi pemerintah daerah anggota APEKSI.
“Program I-SIM menjadi platform bagi pemerintah kota untuk menunjukkan aksi-nyatanya dalam pencapaian SDGs sekaligus sebagai barometer untuk bisa terus berkembang,” jelasnya.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, I-SIM telah menjadi bagian dari Indonesia’s SDGs Action Awards yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Menurutnya penghargaan memang merupakan bentuk apresiasi yang penting. Namun, nilai yang jauh lebih besar dari kolaborasi I-SIM dan Indonesia’s SDGs Action Awards adalah bagaimana praktik-praktik baik pemerintah daerah dapat diidentifikasi, didokumentasikan, disebarluaskan, dipelajari, dan direplikasi oleh daerah lainnya.
“Harapannya, I-SIM tidak berhenti pada penilaian dan pemberian penghargaan saja, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran antardaerah untuk mempercepat pencapaian SDGs menuju tahun 2030,” tuturnya.
Ia berharap kick-off I-SIM 2026 menjadi awal yang baik bagi seluruh rangkaian program dan mampu mendorong semakin banyak pemerintah kota dan kabupaten untuk berpartisipasi. Ia menekankan, daerah tidak hanya perlu menunjukkan capaian terbaik, tetapi juga terus menghadirkan inovasi pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Karena pada akhirnya, keberhasilan I-SIM bukan hanya tentang siapa yang memperoleh peringkat terbaik, tetapi tentang bagaimana praktik-praktik baik ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(BEN KAPERWIL)

.png)
0 Komentar