Ticker

6/recent/ticker-posts

TAMBANG KLUET TENGAH RUSAK SUNGAI & KURAS BBM SUBSIDI: UNTUNGAN DIBAWA KELUAR, RAKYAT YANG TERTUNGGU BENCANA


 
ACEH SELATAN – KLUET TENGAH – Kerusakan lingkungan di wilayah Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, kini mencapai titik mengkhawatirkan. Aktivitas pertambangan yang berjalan di sana nyata-nyata menghancurkan alur Sungai Kluet, sementara keuntungan hasil alamnya dibawa kabur oleh penanam modal dari luar daerah—Medan, Jambi, Kalimantan hingga kabupaten tetangga—sedangkan masyarakat lokal hanya tinggal menunggu bencana besar yang siap melanda kapan saja.
 
Kerusakan sungai bukan satu-satunya dampak pahit yang harus ditelan warga. Praktik pelanggaran semakin mencolok dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang seharusnya untuk rakyat kecil, justru dikuras habis untuk mengoperasikan alat berat ekskavator dan mesin penyedot air tambang.
 
Dilaporkan, oknum-oknum tertentu berulang kali mengangkut BBM bersubsidi langsung ke lokasi tambang, hingga stok di pom bensin ludes. Warga yang butuh minyak untuk keperluan sehari-hari terpaksa antri berjam-jam namun pulang dengan tangan kosong.
 
"Sekarang ini sudah sangat parah. Sungai Kluet hancur lebur, minyak subsidi rakyat diambil habis untuk tambang, tapi semua pihak berwenang seolah menutup mata," ujar salah satu tokoh masyarakat Kluet Tengah dengan nada prihatin.
 
Ia menegaskan, keuntungan hasil galian sama sekali tidak berputar untuk kesejahteraan warga Aceh Selatan, melainkan dibawa keluar daerah. Sementara itu, warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai kini hidup dalam ketakutan menghadapi banjir bandang, longsor, dan kekeringan yang dipastikan akan datang akibat kerusakan ekosistem sungai.
 
Tokoh masyarakat itu pun meminta tegas kepada Aparat Penegak Hukum:
 
"Segera hentikan aktivitas ini sekarang juga! Lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh izin tambang di seantero Aceh Selatan. Jika terbukti ada oknum—termasuk kalangan penegak hukum—yang ikut terlibat atau membiarkan perusakan lingkungan ini, proseslah dengan hukum yang seberat-beratnya. Jangan biarkan hancur lebur dulu baru bertindak, nanti rakyat yang jadi korban."
 
Sampai berita ini dirilis, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.(IP)****

Posting Komentar

0 Komentar