Ticker

6/recent/ticker-posts

Satlinmas Kauman Dibekali Kesiapsiagaan Bencana dan Ketertiban Masyarakat di Kota Batu.



Mitra86sergap.com
Kota Mojokerto - Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kapasitas sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana serta menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Kegiatan pembekalan tersebut berlangsung di Taman Dolan Home & Resort, Kota Batu.

Wali Kota Mojokerto, dalam arahannya secara daring di Rumah Rakyat pada Sabtu (4/7), menekankan pentingnya peningkatan kemampuan praktis bagi anggota Satlinmas, termasuk kemampuan menjaga diri sendiri sebelum memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Bagaimana menjaga diri sendiri dulu. Punya keberanian di situ. Baru bisa menjaga keamanan masyarakat yang lain,” tegas Ning Ita sapaan akrab wali kota.

Menurutnya, pelatihan bagi Satlinmas harus lebih menitikberatkan pada praktik dibandingkan teori di dalam kelas. Bentuk pelatihan dapat berupa latihan kedisiplinan, kekompakan, hingga permainan sederhana yang mampu membangun kerja sama dan solidaritas antaranggota Satlinmas.
Ning Ita juga menggarisbawahi peran strategis Satlinmas Kelurahan Kauman yang memiliki wilayah tugas di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto, sebagai pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah. Saat berbagai kegiatan besar digelar di kawasan tersebut, Satlinmas memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban.

“Alun-alun merupakan area publik yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, perlu sinergi antara pemerintah kota melalui Satpol PP, kelurahan, serta TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengutip pesan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, , yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional ke-18 di Medan. Menurutnya, kota-kota masa depan di Indonesia harus dibangun melalui konsep smart, integrated, and resilient city atau kota yang cerdas, terintegrasi, dan tangguh.

“Ketangguhan itu salah satunya adalah tangguh terhadap bencana. Ini yang langsung berhubungan dengan tugas Satlinmas. Karena rekrutmen Satlinmas didasarkan pada panggilan hati untuk memberikan manfaat sosial bagi lingkungan, maka mereka harus terus diperkuat melalui pelatihan-pelatihan singkat yang dilakukan secara rutin,” tuturnya.

Dengan pembekalan yang berkelanjutan, ia berharap Satlinmas mampu bertindak cepat dan tepat ketika bencana terjadi, sehingga masyarakat telah siap dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan.

Selain ancaman bencana, Ning Ita mengingatkan bahwa tantangan ketenteraman dan ketertiban masyarakat saat ini semakin kompleks. Ancaman tidak hanya datang dari tindak kriminal seperti pencurian dan perampokan, tetapi juga dari persoalan sosial, khususnya penyalahgunaan media sosial.

“Hasutan, fitnah, dan saling adu domba melalui media sosial dapat berdampak besar terhadap ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Ini menjadi tantangan baru yang harus kita hadapi bersama,” pungkasnya.

Melalui penguatan kapasitas Satlinmas, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kehidupan masyarakat ke depan semakin aman, nyaman, dan kondusif. Kota Mojokerto diharapkan terus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat dengan kehidupan yang toleran, harmonis, dan penuh kebersamaan. 
(BEN KAPERWIL)

Posting Komentar

0 Komentar