Ticker

6/recent/ticker-posts

PEMILIHAN KADES SERENTAK SUBULUSSALAM: TARUNG SEHAT DIMINTA, INTIMIDASI DAN PENGGARAPAN MASA LALU JANGAN JADIKAN SENJATA.


 
ACEU --SUBULUSSALAM – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kota Subulussalam yang akan segera digelar, tahapan persiapan memasuki masa pendaftaran bakal calon. Demokrasi di tingkat desa seharusnya menjadi ajang adu gagasan, visi-misi, dan kepercayaan masyarakat secara terbuka dan sehat. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya: praktik intimidasi, pencarian kesalahan, hingga pengungkit perkara yang sudah selesai mulai marak dilakukan untuk menjatuhkan lawan.
 
Berbagai laporan diterima awak media Mitra86 Sergap Com saat turun langsung ke sejumlah desa. Salah satu bakal calon kepala desa yang enggan menyebutkan identitasnya demi keamanan mengaku menjadi sasaran taktik kotor ini. "Saya diintimidasi, terus diungkit-ungkit perkara yang sudah lama selesai dan sudah damai. Bahkan dilaporkan kembali ke pihak berwajib dengan alasan yang tidak masuk akal. Tujuannya jelas, supaya nama saya tercemar dan dukungan masyarakat beralih," ungkapnya dengan nada kecewa.
 
Tokoh masyarakat sekaligus pengamat perkembangan desa di Subulussalam menilai cara-cara tersebut sangat memalukan dan mencederai demokrasi. "Kita berharap persaingan berjalan jujur, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan desa. Tapi kalau sudah main ancam, cari-cari kesalahan, bahkan pakai perkara lama untuk menakut-nakuti, ini bukan mencari pemimpin, tapi mencari siapa yang paling pandai menjatuhkan orang lain," tegasnya.
 
Pihak penegak hukum – Kepolisian dan Kejaksaan – pun diminta untuk benar-benar bersikap netral, adil, dan tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu. "Jangan sampai aparat ikut menakut-nakuti calon maupun masyarakat. Tugasnya memberi rasa aman, bukan menambah cemas. Saring laporan dengan bijak, jangan langsung terima mentah-mentah tuduhan yang tujuannya cuma untuk menjegal peserta lain," tambah tokoh tersebut.
 
Masyarakat luas pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu yang bertujuan memecah belah. Pilihlah calon yang mampu membawa kemajuan desa, bukan yang paling lihai bermain taktik kotor. "Pilkades adalah milik warga desa, bukan milik kelompok penguasa. Jangan biarkan demokrasi di desa kita dirusak oleh cara-cara yang tidak terpuji," tutupnya.(IP)***
 
 Sumber:
 Mitra86 Sergap Com

Posting Komentar

0 Komentar