Ticker

6/recent/ticker-posts

Hingga Kini Belum Ada Penjelasan Resmi, Kisruh Wali dan Wakil Wali Kota Subulussalam Semakin Menjadi Tanda Tanya


 
ACEH – SUBULUSSALAM – Mitra86sergap.com – Kabar perselisihan antara Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bancin dengan Wakil Wali Kota M. Nasir Kombih, SE semakin ramai dibicarakan di kalangan masyarakat. Namun sampai saat ini, belum ada satu pun klarifikasi atau penjelasan resmi yang disampaikan oleh pihak Wali Kota maupun Humas Pemerintah Kota Subulussalam.
 
Kebisuan ini justru memicu berbagai spekulasi dan kekhawatiran yang mendalam di tengah masyarakat. Terlebih lagi, daerah saat ini sedang memikul beban berat berupa tumpukan defisit anggaran serta kewajiban menyelesaikan temuan kerugian keuangan negara.
 
Pemerintahan Dinilai "Berlayar Tanpa Kompas"
 
Sejumlah tokoh politik dan tokoh masyarakat menyayangkan sikap diam pimpinan daerah. Menurut mereka, ketidaksigapan dalam merespons isu ini menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpolitik sekaligus memimpin.
 
"Kami melihat pemerintahan saat ini bagaikan kapal yang berlayar di tengah samudera: sudah ada nahkoda dan wakilnya, tetapi tidak ada kompas. Berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas," ujar salah satu tokoh politik setempat, Kamis (16/7/2026).
 
"Kalau sudah begini, mau dibawa ke mana Kota Subulussalam ini? Masalah keuangan saja sudah menumpuk, ditambah lagi jika pimpinan tidak satu visi," tambahnya.
 
Mendesak Ada Keterbukaan dan Perdamaian
 
Masyarakat dan tokoh daerah menuntut agar Wali Kota segera angkat bicara. Humas Pemkot juga dinilai harus berani memberikan penjelasan tegas: apakah berita pertikaian ini benar adanya, atau hanya isu yang dikembangkan pihak tertentu?
 
"Kami berharap Bapak Wali Kota segera memberikan klarifikasi. Jika memang ada permasalahan pribadi maupun perbedaan pandangan, selesaikanlah dengan kepala dingin dan segera berdamai. Jangan sampai roda pemerintahan tersendat dan rakyat yang akhirnya menderita," tegas seorang tokoh masyarakat.
 
Publik menanti kesatuan kembali antara Rasyid Bancin dan Nasir Kombih, agar bisa kembali fokus membenahi keuangan daerah dan mengejar ketertinggalan pembangunan demi kemajuan Kota Subulussalam.
 
(IP) ****

Posting Komentar

0 Komentar