Ticker

6/recent/ticker-posts

SKK Migas Bersama KKKS Sumatera Utara Giat Kunjungan Kehormatan Ke Kantor Gubernur Sumut

MEDAN| MITRA86.SERGAP

Satuan kunjungan kerja kehormatan yang dilaksanakan grup perwakilan pekerja dari industri pertambangan SKK Migas dan KKKS Sumut ke kantor Gubernur Sumatera Utara.Senin,(11/5/2026).

Tibanya rombongan,SKK Migas dan KKKS Sumut adalah EMP Gebang Limited (Japex-EMP), EMP Tonga, Pertamina EP Field Pangkalan Susu dan Field Rantau dan APGWI,Disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sumut, H. Surya, B.Sc. beserta beberapa Kadis.

Melalui kunjungan ini, SKK Migas dan KKKS berharap hubungan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat semakin erat, sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif serta keberlanjutan operasi industri hulu migas di daerah.

Maksud silaturahi kedatangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara industri hulu minyak dan gas bumi dengan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan energi nasional serta pembangunan daerah. 
- membahas update operasional kkks di sumut
- termasuk emp gebang limited (japex-emp) yang sedang mengembangkan lapangan secanggang di desa bubun, kecamatan tanjung pura yang akan dilaksanakan pengeboran 2 sumur pada mulai agustus 2026. 

Dalam acara tersebut,Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya pemangkasan birokrasi untuk mempercepat proses perizinan dan rekomendasi investasi minyak dan gas bumi (migas) di Sumut. Langkah tersebut dinilai penting agar investasi dapat segera terealisasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya saat menerima audiensi perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mendukung kelancaran investasi sektor migas di daerah. “Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi,” ujar Surya.

Selain percepatan investasi, Surya juga meminta Pertamina dan instansi terkait membantu menuntaskan legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat. Menurutnya, langkah itu penting agar pengelolaan sumur minyak rakyat dapat dilakukan secara legal, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

“Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya. Meskipun proses di Sumut terkesan lebih lambat dibanding provinsi lain, namun kualitas koordinasinya dinilai jauh lebih baik dan komplain terhadap aturan tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) CW Wicaksono memaparkan, wilayah Sumbagut memiliki peran strategis dengan kontribusi sekitar 30% terhadap total produksi migas nasional. Dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur yang ada, sebanyak 60% kegiatan operasional berada di wilayah Sumbagut.

SKK Migas juga berkomitmen membawa investasi bernilai besar ke Sumut. “Kami berupaya membawa investasi sekitar US$300 juta ke wilayah ini. Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi di masa depan (2025-2030) akan semakin sulit,” ungkap Wicaksono.

Selain itu, SKK Migas berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan BUMD melakukan studi banding ke Jambi atau Sumatera Selatan guna mempelajari tata kelola sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi regulasi pengelolaan sumur tua secara tepat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi General Manager (Deputi GM) EMP Tonga
Nita Apriyani (GM),APGWI
Mohammad Yasin Abdulfatah menyampaikan, Pertamina bersama perusahaan asal Jepang, Japex, akan fokus mengembangkan wilayah
Langkat, khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura. Pengeboran dua sumur direncanakan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana pada Juni 2027.

Pertamina juga melaporkan perkembangan positif di lapangan migas tertua Indonesia di Pangkalan Susu. Setelah pengujian di Pulau Panjang menunjukkan hasil yang baik, Pertamina berencana mengebor dua sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak, Deliserdang, guna mendukung pasokan gas industri di Sumut.

Gelar kunjungan yang telah terlaksan tersebut, berhadir dari SKK Migas KKKS Sumut
SKK Migas Sumbagut,seperti,C.W Wicaksono (Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut),Julius Sebastian (Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut),EMP Gebang Limited (Japex-EMP),Fuminori Kaneko (GM),Resha Ramadian (Deputy GM),EMP Tonga
Nita Apriyani (GM),APGWI
Mohammad Yasin Abdulfatah (GM),Pertamina EP Field Pangkalan Susu dan Rantau
Edwin Susanto (Field Manager PEP Pangkalan Susu).(Hermansyah)

Posting Komentar

0 Komentar