BANDA ACEH, mitra86sergap.com
Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pelepasan jamaah haji kloter perdana Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (5/5/2026) pukul 15.00 WIB.
Ratusan calon tamu Allah bersama keluarga larut dalam doa, mengiringi langkah menuju Tanah Suci.
Namun di balik sakralnya momen tersebut, perhatian publik turut tertuju pada potret kebersamaan tiga tokoh penting Aceh: Marzuki Alibasyah, Muzakir Manaf, dan Zulfadli.
Ketiganya tampak berdiri berdampingan, berbaur tanpa sekat bersama ulama dan tokoh masyarakat.
Senyum hangat serta komunikasi yang terjalin mencerminkan kekompakan yang jarang terlihat dalam satu momentum publik. Bahkan, mereka terlihat saling menggenggam tangan, memperlihatkan simbol kuatnya persatuan di tengah masyarakat.
Momen ini dinilai bukan sekadar seremoni pelepasan jamaah haji, melainkan representasi nyata sinergi antara unsur eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan di Aceh. Di tengah dinamika daerah, kebersamaan tersebut menjadi pesan penting tentang stabilitas dan keharmonisan.
Dalam kesempatan itu, Marzuki Alibasyah menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum memperkuat nilai persatuan.
“Momentum ibadah haji ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, silaturahmi, dan kebersamaan kita semua dalam menjaga Aceh tetap damai,” ujarnya.
Kapolda juga terlihat membaur dengan para jamaah, ulama, dan pejabat tanpa protokoler yang kaku, menciptakan suasana penuh keakraban dan persaudaraan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, yang semakin menambah kuatnya representasi kebersamaan lintas unsur pemerintahan.
Pelepasan haji kloter perdana ini tak hanya meninggalkan kesan religius, tetapi juga menghadirkan harapan baru: bahwa kekompakan para pemimpin dapat terus terjaga demi Aceh yang damai, stabil, dan bersatu.
Abuyan





0 Komentar