Ticker

6/recent/ticker-posts

Mulai dari Rumah, Pemilahan Sampah Didorong Jadi Kebiasaan Warga Kota Mojokerto‎


‎Mitra86sergap.com
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah awal mengatasi persoalan sampah di lingkungan permukiman. Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi program Budaya RT Berseri di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Selasa (10/3/2026).
‎Wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut menjelaskan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Budaya RT Berseri. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
‎“Budaya RT Berseri ini bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat menjadi budaya, seperti gotong royong, kerja bakti, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengelola sampah dengan baik,” tutur Ning Ita.
‎Ia menjelaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah saat ini menjadi perhatian serius pemerintah karena Indonesia tengah menghadapi kondisi darurat sampah. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga dan ini menjadi salah satu indikator dalam penilaian Budaya RT Berseri. 
‎“Sampah yang kita lihat di sungai atau saluran air sebenarnya berasal dari sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik,” jelasnya.
‎Ning Ita juga menegaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya tersebut diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat di seluruh kelurahan se-Kota Mojokerto.
‎“Di Kelurahan Pulorejo ada delapan bank sampah, tetapi yang aktif baru empat. Karena itu saya berharap semuanya dapat diaktifkan kembali dengan dukungan RT, RW, serta partisipasi masyarakat melalui kegiatan pemilahan sampah,” tegasnya.
‎Dalam kesempatan yang sama, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Lilis Sugiyarni secara khusus menjelaskan proses pemilahan sampah, terutama antara sampah organik dan anorganik. Ia menyampaikan bahwa sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kardus yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan dibawa ke bank sampah. Sementara itu, sampah organik seperti kulit buah, sayuran, ampas kopi atau teh, serta sisa makanan dapat dimanfaatkan kembali dengan cara diolah menjadi pupuk kompos atau dimasukkan ke dalam lubang biopori.
‎“Pemilahan sampah sebenarnya sangat mudah dilakukan di rumah. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis bisa disetorkan ke bank sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau dimasukkan ke lubang biopori sehingga tidak langsung dibuang ke tempat sampah,” jelas Lilis.
‎Program Budaya RT Berseri juga sejalan dengan program yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Melalui pelaksanaan Budaya RT Berseri di seluruh kelurahan di Kota Mojokerto, Ning Ita berharap masyarakat semakin terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sehingga tercipta kawasan permukiman yang bersih, sehat, dan asri.

(BENI KAPERWIL)

Posting Komentar

0 Komentar