Madina, mitra86sergap. com
Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Mandailing Natal, Rispansyah, menyoroti pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi para pelajar di Madina. Ia menegaskan agar pihak terkait tidak sembarangan dalam menentukan jenis makanan yang diberikan, terutama jika bahan pangan tersebut bukan berasal dari produksi lokal.
Rispansyah menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM di Kabupaten Madina melalui program ini. Menurutnya, penggunaan produk lokal seperti roti dan makanan olahan dari Madina akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik dalam membuka lapangan pekerjaan maupun menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Kalau makanan dari Madina, putaran ekonominya tetap di Madina. Itu bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat. Tapi kalau diambil dari luar daerah, jelas tidak ada pengaruh terhadap perputaran ekonomi di sini,” tegasnya lewat sambungan hp selular dengan media ini, minggu (8/3)
LIN menilai, jika program MBG lebih banyak menggunakan produk dari luar kabupaten, maka manfaat ekonomi yang diharapkan tidak akan dirasakan masyarakat Madina. Sebaliknya, dengan memprioritaskan produk lokal, program ini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil.
Rispansyah berharap pemerintah daerah lebih selektif dan berpihak pada produk lokal dalam menjalankan program MBG, sehingga tujuan utama untuk mendukung gizi pelajar sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dapat tercapai secara berimbang.
(Red)





0 Komentar