Ticker

6/recent/ticker-posts

Beriman Panjaitan,SH.MH Dampingi Perdamaian Daud RinaldybRangkuti dan Tamben Munthe di polres Labuhanbatu




Mitra86 Sergap_Labuhanbatu

Awal mula kejadian pemukulan ini sekitar 4 atau 5 bulan yang lalu, bermula dari DR.Rangkuti pulang dari rumah pak Rosul acara takjiah , untuk cucunya, dalam perjalanan pulang dari takjiah DR.Rangkuti menumpang kereta sama pak samsul warga dusun Sukarakyat 1, sesaat mereka sedang berjalan di atas Kereta, muncul Tamben Munthe (anggota linmas) desa batu tunggal menaiki keretanya dengan menggas - gas di depan kereta pak samsul, jadi saya bilang sama pak samsul ada apa ini pak, awas Kereta kita kesenggol sama keretanya, ungkap Rangkuti.



Lanjutnya, lalu saya bilang sama pak samsul, coba berhenti dulu pak kereta kita,biar saya tanya dulu si tamben ada apa dan kenapa, sesaat tiba tiba saya di tolak hingga jatuh ke aspal dalam keadaan pakai sarung, lalu saya berdiri lagi dan saya tanya kembali ada dan kenapa kau tamben, lalu dia memukul saya sampai pecah bibir saya, dengan spontan akhirnya saya melakukan pukulan dengan tangan satu kali langsung kena batang hidungnya yang mengakibatkan keluar darah dari hidungnya.

Lantas keesokan harinya (malam) saya di panggil oleh bapak kepala dusun 2 batu tunggal untuk melakukan mediasi, dan keputusan di dalam mediasi terjadilah perdamaian, dan disitu si tamben meminta agar di upah - upah, di depan kepala dusun, karena merasa saya tidak bersalah, saya anggap itu hanya sedaya mampu saya kalau ada rezki saya, saya katakan lakukan upah - upah.

namun saya di timpa musibah dimana istri saya dalam keadaan sakit lalu bulak - balik berobat kerumah sakit, karena mempunyai penyakit' komplikasi, akhirnya saya rezeki yang ada dipakai untuk berobat istri saya, dan istri saya sudah bulak balik berobat kemana saja, hingga sampai lah ajal istri saya pada tahun 2024 bulan 3 tanggal 24 malam 25 hari minggu malam senin, saya masih dalam seret dan pailit.


Lalu sitamben menjumpai saya kembali pada hari Sabtu tanggal 27 April 2024 pukul 09.30 wib di tengah jalan Dusun 2 Batu tunggal ketepan saya mau keluar dari rumah dengan tujuan ke kota dan dia menanyakan kepada saya di atas kereta dengan keadaan kereta di gas-gasnya tentang upah - upah itu, lalu saya bilang sabar tunggu dulu habis seratus hari kematian istri saya,dan saya masih dalam ke adaan duka.

Ke esok harinya pada hari minggu tanggal 28 April 2024 pukul 18.30 tamben datang kerumah saya dengan menggunakan kereta dan membawa senapang angin ,lalu dia ribut sambil mengengkol Senapang angin nya lalu di tembakkan kearah saya dengan jarak Setengah meter, lalu senapang anginya di ayunkan memukul saya yang di saksikan anak anak saya,Dengan mengancam Kubunuh kau nanti ucap tamben kepada saya yang di dengar anak saya bernama Intan br Rangkuti dan Delvin Rangkuti serta Ojil Rangkuti.



Lalu pada hari kamis malam Jumat tanggal 2 May 2024 pukul 19.30 wib Daud Rinaldy Rangkuti datang kerumah Tamben Munthe bersama rombongan keluarga untuk melalukan upah - upah terhadap Tamben Munthe di rumah kediamannya yang di saksikan kepala dusun 2 Batu tunggal Desa Batu tunggal kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan tujuan melakukan perdamaian dan saling meminta maaf atas kejadian yang ada.

Dalam acara tersebut, kepala dusun 2 batu tunggal memberikan sepatah kata - kata nasehat Terhadap Kedua belah pihak, agar tidak saling mengulangi perbuatan yang mana selama ini terjadi dan saling tegur - menegur serta sapa, hingga Tamben Munthe sampai melapor ke polisi atas pemukulan yang dilakukan jurnalis Daud rinaldy Rangkuti, paparnya.

Sementara Tamben Munthe meminta maaf terhadap Daud Rinaldy Rangkuti Jurnalis atas kesalahan dan kekhilafannya, karena semua Manusia ini mempunyai kesalahan dan ke khilaf,dari itu saya meminta Maaf Cetus Tamben Munthe.

 Daud Rinaldy Rangkuti Jurnalis menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafannya, saya spontan melakukan itu, dan sebagai Manusia saya tak luput dari kesalahan dan ke khilaf, beber Rangkuti.

Dan Senin,13/05/2024 bertempat di polres labuhanbatu kejadian yang sudah dilaporkan ke polisi ini dilakukan mediasi dan tamben Munthe bersedia mencabut laporan atas kasus pemukulan ini dan kedua belah pihak sepakat berdamai dan pihak kepolisian melakukan restoratif justice (RJ) atas kasus ini, ungkap daud.

Dhion,

Posting Komentar

0 Komentar