Ticker

6/recent/ticker-posts

OTK Hadang Truk Angkutan Proyek Akses Jalan Bangunan Milik EMP



LANGKAT| MITRA86.ID

Gerombolan Orang Tidak Kenal (OTK) mencoba menghadang kinerja pembangunan akses jalan,pada hari Minggu (3/3/2024),didusun Paluh Mesjid Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjung Pura.aktivitas pekerjaan yang sedang berjalan dikerjakan oleh pihak rekanan partamina,Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Energi Mega Persada (EMP) berencana akan melakukan pengeboran sumur development (gas) di Desa Bubun Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.


Aksi yang dilakukan OTK tersebut,itu sama saja tindakan yang cacat dimata hukum."Mencoba halangi atau menghadang kegiatan suatu bangunan pekerja tanpa sebab alasan yang jelas,akan berdampak buruk bagi mereka dan bisa dikenakan sangsi atas perbuatan tindak pidana yang telah melanggar hukum. 


"Selang sehari dari aksi penyetopan mobil angkutan sertu yang dilakukan OTK,yang indentitas mereka sudah diketahui oleh kepala desa pekubuan.Iapun langsung memanggil para pelaku, yang ternyata adalah warganya desanya sendiri untuk datang kekantor desa pekubuan berkumpul melakukan rapat.

Hasil pantauan kru media ini saat berada dikantor desa pekubuan.Selasa (5/3/2024),sekitar hampir satu jam,terlihat para pelaku keluar dari ruangan aula kantor desa bubar meninggalkan tempat tersebut. 

Terpisah, Menurut keterangan Saiful Rahman Kades Pekubuan,ketika dikonfirmasi awak media ini saat berada diruangan kerjannya."ia mendapat kabar kejadian penyetopan mobil yang membawa angkutan material yang disebut diatas,dari pihak EMP dan langsung turun kelokasi setelah mendengar kabar,bawah OTK pelaku adalah warga desa pekubuan.jelasnya

Para pelaku sambung kades, dugaan, mereka coba-coba mencari sensasi melakukan perbuatan penyetopan truk,kalau berhasil berharap pihak dari EMP akan memanggil mereka untuk melakukan negonisasi dalam kegiatan pekerjan proyek tersebut.

"Makanya saya tanya kepada para pelaku,kalian melakukan penyetopan mobil angkutan tersebut atas nama apa"Organisasi pemuda Pancasila atau masyarakat,tapi mereka menjawab atas nama masyarakat, jadi kalian harus mendengar apa perintah dan arah dari saya sebagai kepala desa disini.cetus kades kepada media. 

Dugaan setelah saya mendapat info, bahwa otak pelaku aksi penyetopan ini dikomandani wakil ketua pemuda Pancasila,Borino dengan membayar orang perkepala Rp.50.000 untuk melaku tindakan yang tak terpuji yang dimaksud."tandasnya Saiful Rahman kepada kru media ini mengakhiri pembicaraan.(Hermansyah)

Posting Komentar

0 Komentar