Langsa – mitra86sergap. com
Ribuan warga Kota Langsa, yang menjadi korban banjir pada 26–27 November 2025, akan bersuara lantang di tribun terbuka,untuk menyampaikan petisi meminta kepada anggota DPRK Kota langsa, segera perintahkan Pemerintah Kota Langsa untuk segera mencairkan dana bantuan yang telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat.
Bagi para korban, dana tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Itu adalah harapan untuk memperbaiki rumah yang rusak, membangun kembali kehidupan yang porak-poranda, dalam menyambut Idul Fitri 2026 dengan layak.
“Kami sudah terlalu lama menunggu. Rumah kami rusak, anak-anak kami butuh tempat tinggal yang layak.
Dana itu adalah hak kami, bukan sekedar janji,” ungkap Zainal Abidin salah seorang koordinator aksi dan juga warga yang terdampak saat jumpa pers, kamis(26/2/2026)
Warga menegaskan bahwa mereka tidak hanya meminta pencairan dana, tetapi juga transparansi dalam pengelolaan bantuan.
Mereka ingin memastikan bahwa setiap rupiah benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan, bukan hilang di tengah jalan birokrasi.
Tuntutan yang Tegas
Dalam petisi yang akan disampaikan, masyarakat Kota Langsa menuntut tiga hal utama:
1. Pemerintah Kota Langsa harus membuka informasi secara transparan terkait dana bantuan banjir.
2. Dana harus dibagikan secara adil dan merata kepada seluruh korban.
3. Jika dalam waktu 3 x 24 jam tuntutan ini tidak dipenuhi, warga berjanji akan mengerahkan massa lebih besar sebagai bentuk aksi lanjutan.
Lebaran Idul Fitri 2026 semakin dekat,bagi korban banjir, momentum ini bukan hanya perayaan, tetapi juga simbol kebangkitan setelah musibah.
Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyatnya.
“Lebaran adalah saat kami berkumpul bersama keluarga,tapi bagaimana kami bisa merayakan jika rumah kami masih hancur? kami hanya ingin keadilan dan kepastian,” kata seorang ibu rumah tangga sambil menahan air mata kepada para media
(Red)





0 Komentar