Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemkab Gresik Uji Coba Program PIRINGKU, Berikan Makanan Siap Konsumsi Bagi Lansia Tunggal

Mitra86sergap.com
Gresik, RI – 
Pemerintah Kabupaten Gresik melaksanakan pilot project atau program percontohan PIRINGKU (Pemberian Makanan Khusus pada Lansia) bagi warga lanjut usia (lansia) tunggal kurang mampu. Program ini diuji coba di Kecamatan Ujungpangkah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan lansia yang tinggal sendiri dan tidak memiliki pendamping perawatan.

Melalui program percontohan ini, Pemkab Gresik memberikan makanan siap konsumsi setiap hari kepada 40 lansia penerima manfaat. Bantuan diberikan dalam bentuk makanan, bukan uang tunai maupun sembako. Program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian lansia yang memiliki keterbatasan dalam menyiapkan makanan secara mandiri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa PIRINGKU secara khusus menyasar lansia berusia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri dan tidak memiliki pihak yang merawat.

“Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik kepada lansia tunggal. Kami memberikan makanan yang sudah siap dikonsumsi untuk siang hari karena mereka sudah memiliki keterbatasan tenaga untuk memasak sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, menu makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan masing-masing penerima manfaat. Sebelum menerima bantuan, lansia terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan, termasuk penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes.

Komposisi makanan terdiri atas karbohidrat, sayuran, serta lauk-pauk. Menu disusun berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan dan ahli gizi agar kebutuhan konsumsi lansia dapat terpenuhi secara tepat.
Program PIRINGKU saat ini masih dalam tahap percontohan dan baru dilaksanakan di Kecamatan Ujungpangkah. Pelaksanaannya berlangsung selama 60 hari atau dua bulan, dengan distribusi makanan setiap hari kepada 40 lansia tunggal.

Ummi Khoiroh menyampaikan bahwa program percontohan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Pemkab Gresik berharap PIRINGKU dapat terus berlanjut dan diperluas pada 2027 mendatang, sehingga semakin banyak lansia tunggal kurang mampu yang mendapatkan manfaat.

“Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan diperluas. Semoga para pengambil kebijakan, legislatif, serta tim anggaran dapat melihat manfaat program ini bagi masyarakat, khususnya para lansia,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan makanan, PIRINGKU juga menjadi upaya pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan kelompok masyarakat (Pokmas) dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.

Ketua Pokmas Mangrove Ujungpangkah, Husnul Hatimah, mengatakan pihaknya melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaan program. Sebanyak tiga orang tenaga memasak bertugas menyiapkan makanan, sementara tenaga lainnya membantu proses distribusi kepada penerima manfaat.

“Untuk tenaga memasak, kami memberdayakan masyarakat dari beberapa desa. Mereka berkumpul untuk memasak bersama, dengan menu yang berbeda setiap harinya sesuai ketentuan ahli gizi,” ujarnya.

Distribusi makanan dimulai sejak pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Proses pengiriman dilakukan dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Ujungpangkah.

Ia juga mengungkapkan, selama pelaksanaan program tidak ditemukan kendala berarti. Ia berharap PIRINGKU dapat terus berlanjut karena kebutuhan lansia terhadap bantuan makanan masih sangat tinggi.

Salah satu penerima manfaat, Ndukurfiah, lansia berusia 100 tahun yang tinggal di Desa Pangkahkulon, menyambut baik bantuan makanan yang diberikan. Ia mengaku senang dan bersyukur atas perhatian pemerintah melalui program PIRINGKU.

“Saya senang, Bu. Maturnuwun, sudah diberi makanan. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Ndukurfiah juga menceritakan kehidupannya yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan. Sementara itu, anaknya merantau ke luar negeri sehingga tidak dapat mendampinginya setiap hari. Bantuan makanan tersebut menjadi perhatian yang berarti bagi dirinya, terutama dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Melalui pilot project PIRINGKU, Pemkab Gresik berupaya menguji pelaksanaan program perlindungan sosial bagi lansia tunggal kurang mampu. Hasil pelaksanaan program percontohan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk keberlanjutan dan kemungkinan perluasan cakupan pada tahun 2027. 
(BEN KAPERWIL)

Posting Komentar

0 Komentar