Ticker

6/recent/ticker-posts

Jambur Tarutung Memanas, Alat Berat PETI Di Bakar,Publik Tuntut Tindakan Tegas



Mandailing Natal, mitra86sergap. com

Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Cabang Mandailing Natal, Rispansyah, menilai lemahnya sikap aparat terhadap maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) telah memicu keresahan masyarakat. 

Ia menyebut, kerusakan lingkungan akibat bebasnya alat berat beroperasi untuk kepentingan pengusaha PETI membuat warga semakin bringas hingga terjadi aksi pembakaran alat berat di Desa Jambur Tarutung, Kecamatan Kanopan (minggu 4-10-2026) 

Aparat yang lemah dalam menindak PETI membuat masyarakat geram,mereka melihat lingkungan porak-poranda akibat alat berat bekerja untuk keuntungan pengusaha. Akhirnya, masyarakat bertindak sendiri dengan membakar alat berat di Jambur Tarutung,” ujar Rispansyah saat dihubungi melalui sambungan telepon selular oleh Mitra 86,senin(5/10) 

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum (APH) dan unsur Forkopimda yang dinilai membiarkan aktivitas ilegal merusak alam. 

"Kalau aparat tegas sejak awal, masyarakat tidak akan bertindak seperti itu. Pembiaran ini jelas mencederai kepercayaan rakyat terhadap negara,” tegasnya.

Rispansyah menambahkan, kerusakan lingkungan akibat PETI semakin parah, mulai dari hancurnya lahan hingga ancaman terhadap ekosistem sungai dan keselamatan warga.

“Kami sebagai lembaga sosial kontrol akan terus menyuarakan masalah ini. Aparat harus segera bertindak, bukan hanya menonton. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan pengusaha yang merusak lingkungan,” pungkasnya.

Aksi pembakaran alat berat ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sudah kehilangan kesabaran terhadap lemahnya penegakan hukum. Publik berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah dan aparat terkait untuk menghentikan praktik PETI serta menindak pihak-pihak yang terlibat.
(Red)

Posting Komentar

0 Komentar