Ticker

6/recent/ticker-posts

Sinergi Pemkot Mojokerto – IPPAT, Permudah Investasi Dan Tambah PAD Untuk Kesejahteraan Warga.

Mitra86sergap.com
Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat sinergi dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sebagai langkah strategis untuk mempermudah investasi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini dibahas dalam kegiatan sinergitas Pemkot dengan IPPAT yang digelar di Rumah Rakyat, Selasa (5/5), sebagai upaya menyelaraskan peran pemerintah dan PPAT dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa investasi menjadi kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi harus didukung oleh daerah melalui upaya konkret, salah satunya dengan membuka peluang investasi seluas-luasnya.
“Kalau investasi meningkat, maka ekonomi akan bergerak. Dampaknya, lapangan kerja terbuka, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan masyarakat ikut naik,” jelasnya.

Namun, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto juga mengingatkan bahwa investasi harus diiringi dengan optimalisasi PAD. Salah satu sumber yang cukup potensial adalah pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang kontribusinya terhadap PAD Kota Mojokerto cukup besar.
Ia menyebut masih ada potensi pajak yang belum tergarap maksimal. Karena itu, peran IPPAT dinilai sangat strategis dalam memastikan setiap transaksi pertanahan berjalan sesuai aturan sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Setiap transaksi tanah harus taat aturan, termasuk kewajiban pajaknya. Ini penting untuk mendukung kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Mojokerto juga berupaya mempermudah investor dengan menyediakan data tata ruang yang jelas. Informasi zonasi wilayah seperti area perdagangan, jasa, hingga permukiman akan dibagikan kepada notaris dan PPAT agar bisa menjadi panduan bagi investor.

Langkah ini dinilai penting mengingat luas wilayah Kota Mojokerto yang terbatas, sehingga pemanfaatan lahan harus tepat dan terarah.
Tak hanya itu, Ning Ita juga menekankan pentingnya kolaborasi data antara Pemkot, IPPAT, dan instansi terkait. Data investasi yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sekaligus menjadi indikator pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau datanya valid dan saling terhubung, kita bisa melihat perkembangan ekonomi secara nyata dan mengambil kebijakan yang tepat,” terangnya.

Melalui sinergi ini, Pemkot Mojokerto optimistis mampu mendorong iklim investasi yang sehat dan kompetitif, sekaligus meningkatkan PAD untuk membiayai pembangunan daerah.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan, keterbatasan wilayah bukan menjadi hambatan, melainkan peluang untuk menghadirkan investasi berkualitas yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Mojokerto. 
(BENI KAPERWIL)

Posting Komentar

0 Komentar