Bireun/mitra86 sergap com..
Masyarakat Bireun yang masih berjuang menghadapi dampak bencana,praktik dugaan intimidasi dan pemerasan terhadap aparatur Gampong justru mencuat.
Fenomena ini memicu reaksi keras dari APDESI Kabupaten Bireun yang menyatakan sikap tanpa kompromi.
Kepala bagian hukum dan HAM APDESI Bireun Teungku Muliadi SH menegaskan bahwa pihaknya telah menerima tiga laporan secara resmi dari Keuchik terkait dugaan tekanan oleh oknum yang mengatasnamakan LSM.
Ini peringatan keras,sudah ada tiga laporan yang masuk pada kami dan jika ada sekali lagi laporan ke saya,maka jangan salahkan kami,atas nama APDESI Bireun akan mengambil langkah tegas termasuk akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).Tegasnya.
Ia menyebut,modus yang di gunakan oknum LSM tersebut adalah dengan mengangkat dugaan pada Badan Usaha Milik Gampong(BUMG)serta penggunaan dana tanggap darurat,yang kemudian di jadikan alat untuk menekan aparatur Gampong yang ada wilayah Kabupaten Bireun.
Yang sangat kami sesalkan mereka atau oknum LSM tersebut bukan dari Bireun,melainkan dari luar daerah,datang tiba tiba membawa membawa tundingan tanpa prosedur,lalu menekan Keuchik,ini bukan pengawasan,ini indikasi kuat pemerasan.Ungkap Muliadi.
Menurutnya,pengawasan terhadap Dana Desa memiliki mekanisme hukum yang jelas dan tidak bisa di lakukan secara sembarangan apa lagi dengan cara intimidatif.Cetus Muliadi.
"Kalau memang ingin mengawasi harus menempuh mekanisme yang benar,jangan datang dengan gaya menakut nakuti lalu ujung ujungnya memnta sesuatu,ini tidak bisa di toleransi.Jelas Moadi.
APDESI Bireun menilai tindakan tersebut sangat tidak bermoral dan mencoret nama organisasi LSM lainnya.
Mirisnya di lakukan di tengah situasi bencana yang seharusnya membutuhkan empati dan dukungan dari semua pihak.
Di saat masyarakat sedang susah,aparatur Gampong justru di tekan,ini bukan hanya pelanggaran etika,tapi juga mencederai rasa kemanusiaan,jangan jadikan bencana sebagai ladang untuk mencari keuntungan.
Ujarnya.
APDESI Bireun menegaskan,ultimatum yang di sampaikan ini bukan sekedar pernyataan kosong melainkan sikap organisasi yang siap di tindak lanjut dengan langkah konkrit,ini bukan gertak sambal,APDESI serius,jika masih ada yang mencoba bermain main dan mengganggu kedaulatan Gampong kami tak segan segan akan menempuh jalur hukum tanpa kompromi.Tegas Muliadi Ketua APDESI Bireun.
Ia menghimbau kepada seluruh Keuchik yang ada di Kabupaten Bireun,agar tidak gentar menghadapi tekanan dan segera laporkan setiap bentuk intimidasi.
Jangan takut....yang penting kita bekerja untuk masyarakat dan sesuai aturan yang berlaku.
Jika ada yang mencoba memeras atau menekan laporkan segera,APDESI siap berdiri di garis paling depan guna melindungi aparatur Gampong dan Keuchik.
Di akhir pernyataan APDESI Bireun mengajak seluruh jajaran pengurus hingga tingkat Kecamatan untuk memperkuat solidaritas dan menjaga stabilitas di Gampong.
Kita harus solid jangan beri ruang bagi pihak luar yang mencoba merusak tatanan,kedaulatan Gampong adalah harga mati dan APDESI Bireun siap menjadi garda terdepan dan menjaganya.Pungkas Muliadi dengan tegas.
Peliputan( Ismail media mitra86 sergap)





0 Komentar