Aceh Timur,
media mitra86sergap.com
Wartawan Aceh Timur (MZ) mengecam Keras Tindakan Premanisme yang brutal dari Kelompok Preman Fadh Arafiq Terhadap Faisal di Polda Metro Jaya
Aksi brutal yang dilakukan sekelompok preman terhadap Faisal, seorang tokoh Aceh asal Aceh Timur yang kini berdomisili di Jakarta Selatan, telah mencoreng wajah demokrasi dan hukum di Indonesia. Insiden yang terjadi di depan penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu, 26 Maret 2026, ini diduga melibatkan pengusaha Fadh Arafiq sebagai aktor di balik layar.
Menanggapi peristiwa memalukan yang merusak citra lembaga penegak hukum tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( PWDPI)Aceh Timur dalam pers rilis senin (30/3/2026) mengecam keras tindakan brutal yang dialami Faisal beserta seorang rekannya. Kejadian ini semakin mencolok karena berlangsung di hadapan aparat penegak hukum.
Ketua PWDPI Aceh Timur menegaskan kecaman dan kutukan yang mendalam terhadap pelaku pengroyokan sekelompok preman di Jakarta, Jika mereka benar bertindak atas suruhan pengusaha Fadh Arafiq, maka ini sungguh keterlaluan," ungkap Tarmizi Ketua PWDPI Aceh Timur.
Pernyataan tersebut menggambarkan kecaman keras dari organisasi pers terhadap dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan penegak hukum.
Tarmizi selaku Ketua PWDPI Aceh Timur mengecam tindakan pengeroyokan terhadap Faisal. Ia menyebut peristiwa itu sebagai perilaku tidak bermoral, terlebih karena diduga dilakukan oleh sekelompok preman yang dikaitkan dengan Fadh Arafiq di ruang pemeriksaan Polda Metro Jaya.
Dalam konteks ini, ada beberapa hal penting yang menjadi sorotan:
Lokasi kejadian: Jika benar terjadi di ruang pemeriksaan, hal ini sangat serius karena area tersebut seharusnya steril dan berada di bawah pengawasan aparat.
Keterlibatan pihak luar: Dugaan adanya “kelompok preman” masuk ke dalam ruang pemeriksaan menimbulkan pertanyaan besar soal pengamanan internal.Etika dan hukum.
Tindakan kekerasan jelas melanggar hukum dan mencoreng integritas institusi kepolisian.
Desakan investigasi: PWDPI Aceh Timur melalui ketua nya Tarmizi mendorong agar kasus ini diusut secara transparan dan pelaku ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Klarifikasi resmi dari pihak kepolisian,
Investigasi oleh divisi pengawasan internal (Propam),
Perlindungan terhadap korban dan saksi,
(Tim liputan pwdpi Aceh)





0 Komentar