MITRA 86 SERGAP COM
Bupati Banyuasin, , menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukanlah sebuah musibah, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan inovasi dan kerja keras. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027, Kamis (26/3/2026), di Graha Sedulang Setudung Pemkab Banyuasin.
“Efisiensi anggaran bukan musibah. Jadi kita harus inovasi. Kita boleh buntu, tapi kita tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas Askolani di hadapan peserta Musrenbang.
Kegiatan strategis ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Banyuasin, unsur Forkopimda seperti Kajari, Dandim, Kapolres, serta perwakilan Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri. Turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan daerah berbatasan, jajaran pejabat Pemkab Banyuasin, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga pelaku usaha dan insan pers.
Dalam arahannya, Askolani juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah mengusulkan anggaran sebesar Rp7 triliun kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Presiden Republik Indonesia untuk mendukung percepatan pembangunan di Banyuasin.
“Kita usulkan Rp7 triliun ke gubernur dan presiden untuk pembangunan Banyuasin. Walaupun uangnya belum ada, tapi kita harus optimis dan terus berusaha,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sikap optimisme dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai keterbatasan anggaran. Menurutnya, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus kompak serta tidak hanya mengeluh terhadap kondisi yang ada.
“Jangan hanya mampu mengeluh dan menggerutu. Kita harus kompak untuk mewujudkan Banyuasin bangkit, adil, dan sejahtera,” tambahnya.
Musrenbang RKPD Tahun 2026 ini menjadi forum penting dalam merumuskan arah pembangunan Banyuasin tahun 2027. Dalam forum tersebut, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menyepakati prioritas pembangunan, program, serta target kinerja yang selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional.





0 Komentar