ACEH TIMUR, mitra86sergap.com
Di tengah pemulihan pascabanjir yang belum sepenuhnya usai, masyarakat Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menyambut tradisi meugang menjelang Ramadan 1447 Hijriah dengan suasana haru dan penuh syukur.
Sebanyak 33 ekor lembu bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disalurkan ke 25 gampong di Kecamatan Pante Bidari. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir besar yang melanda wilayah itu pada 26 November 2025 lalu.
Meugang, tradisi sakral masyarakat Aceh menyambut Ramadan, tahun ini terasa berbeda. Jika biasanya setiap keluarga bisa menikmati daging dalam jumlah cukup, kali ini sebagian warga hanya menerima dalam hitungan ons.
Di Gampong Seuneubok Saboh, satu ekor lembu menghasilkan sekitar 40 kilogram daging yang dibagikan kepada 252 kepala keluarga. Artinya, setiap kepala keluarga hanya memperoleh sekitar 1,5 ons daging.
“Alhamdulillah, tetap kami terima dengan rasa syukur. Walaupun sedikit, ini bentuk perhatian,” ujar Ridwan, Rabu (18/2/2026), dengan nada haru.
Kondisi serupa terjadi di Gampong Pante Rambong. Dua ekor lembu bantuan menghasilkan sekitar 80 kilogram daging yang harus dibagi kepada 650 kepala keluarga atau 2.129 jiwa.
Jika hanya mengandalkan bantuan tersebut, setiap kepala keluarga diperkirakan menerima sekitar 1 ons daging.
Melihat keterbatasan itu, pemerintah gampong tidak tinggal diam. Demi menjaga marwah tradisi meugang dan memastikan warga tetap bisa merasakan kebersamaan menyambut Ramadan, aparatur desa mengambil langkah berani.
Sebanyak tiga ekor lembu tambahan dibeli seharga Rp23 juta per ekor. Pembelian dilakukan dengan sistem utang dan akan dibayarkan melalui Dana Desa tahap berikutnya.
Dengan total lima ekor lembu yang dipotong, pembagian akhirnya mencapai sekitar 1,5 ons per jiwa.
“Kami berupaya agar masyarakat tetap bisa merasakan tradisi meugang secara layak, meskipun dalam kondisi pascabencana,” ujar Aneuk Syuhada, sapaan akrab Zulkifli.
Sebagaimana diketahui, Kecamatan Pante Bidari menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir besar 26 November 2025. Ribuan rumah rusak, lahan pertanian hancur, dan sebagian besar mata pencaharian warga lumpuh. Hingga kini, pemulihan ekonomi belum sepenuhnya stabil.
Bantuan meugang dari pemerintah pusat menjadi simbol kepedulian di tengah derita. Namun, distribusi yang belum sepenuhnya proporsional terhadap jumlah kepala keluarga di setiap gampong menjadi catatan penting agar ke depan bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.
Di tengah keterbatasan, warga tetap memilih bersyukur. Sebab bagi masyarakat Aceh, meugang bukan sekadar soal banyaknya daging di piring, melainkan tentang kebersamaan, solidaritas, dan harapan yang terus menyala meski bencana belum sepenuhnya reda.
Abuyan





0 Komentar