Aceh Subulusalam,-Pihak PT Tunas Harapan Baru selaku kontraktor pembangunan ikut angkat bicara terkait sorotan terhadap pembangunan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit PT Mitra Sawit Mandiri (MSB II) yang berada di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Pihak PT THB, melalu Dedek Prayoga sebagai pengawas proyek angkat bicara menanggapi terkait dengan aksi Madin Cs yang hentikan seluruh kegiatan yang melibatkan alat berat di lokasi pembangunan pabrik Minyak kelapa sawit (PMKS) PT MSB Namo Buaya, pada Jum'at (21/06/2024).
Dedek Prayoga membenarkan klarifikasi yang disampaikan Manajemen PT MSB melalui H.Agustizar yang merupakan Humas pada perusahaan tersebut.
"Benar apa yang disampaikan manajemen Perusahaan PT Mitra Sawit Mandiri semua progres sudah dibayarkan ke PT TPN (Tatabrata Perkasa Nusantara," kata Dede Prayoga, Sabtu (22/6/2024).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Manajemen Perusahaan PT Mitra Sawit Mandiri (MSM) yang terletak di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat menegaskan seluruh pembayaran progres pekerjaan pada pihak kontraktor.
Hal ini disampaikan H.Agustijar selaku Humas PT. MSB menanggapi terkait dengan aksi Madin Cs yang hentikan seluruh kegiatan yang melibatkan alat berat di lokasi pembangunan pabrik Minyak kelapa sawit (PMKS) PT MSB Namo Buaya, pada Jum'at 21/06/2024).
"Saya selaku Humas PT.MSB2 menjelaskan perihal pembayaran pekerjaan pihak Ke 3 saudara Madhin Cs warga Subulussalam
Bahwa PT. Tunas Harapan Baru (THB) selaku kontraktor pembangunan PKS PT.MSB tidak ada hubungan sangkut paut nya dengan pemilik alat berat saudata madhin," jelas Agus Tijar.
Dia menyenutkan PT Tunas Harapan Baru selaku kontraktor PT.MSB sudah melakukan seluruh pemabayaran progress pekerjaan kepada PT. TPN (Tatabrata Perkasa Nusantara) yang di subkan PT.THB sampai dengan Desember 2023.
"Hal ini bisa dibuktikan dengan bukti pembayaran oleh pihak THB ke PT. TPN (Sdr. Syaiful Bagian Lapangan TPN). Kita berbicara fakta dan data, bukan rekayasa," ungkap H, Agustizar.
Pewarta;ip






0 Komentar