Ticker

6/recent/ticker-posts

Polres Tulungagung Memberikan Penyuluhan Tentang Kenakalan Remaja serta bullying




TULUNGAGUNG – Adanya kasus bullying yang kerap terjadi dalam dunia Pendidikan menjadikan salah satu keprihatinan, mengingat hal tersebut dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak kususnya di Lingkungan sekolah.

Untuk mengantisipasi itu Polsek Rejotangan, Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur memberikan penyuluhan kepada Siswa Siswi MTs Darussalam Desa Aryojeding Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung tentang Kenakalan Remaja dan bahaya Tindakan Bullying, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan itu langsung dilakukan oleh Kapolsek Rejotangan terhadap pada para siswa agar paham dan mengerti agar perilaku kepada sesama siswa agar tidak mengarah ke bentuk bullying.

Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi, SH, SIK, M.Si melalui Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto, S.H mengatakan Tindakan bullying tidak hanya berdampak buruk terhadap korban (teman yang menjadi sasaran bullying) namun juga bagi si pelaku (siswa yang membully temannya)

“Bagi pelaku jika dibiarkan terus menerus tanpa intervensi, perilaku bullying ini dapat menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap anak dan perilaku kriminal lainnya, sedangkan bagi Korban mengakibatkan depresi dan marah, rendahnya tingkat kehadiran dan rendahnya prestasi akademik siswa, Menurunnya kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis siswa”, paparnya.

Tidak hanya perilaku bullying, dalam arahannya personil juga mengarahkan agar para pelajar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja seperti memakai Narkoba, Gangster dan kenakalan lainnya yang berakibat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kita mengajak para siswa untuk menghindari ajakan dari teman atau orang lain yang bersifat negatif (misalnya ikut geng motor, ikut konvoi perguruan silat yang menjurus ke anarkis dan sebagainya menjurus ke arah kriminal ataupun yang dilarang oleh undang-undang”, tambahnya.

Kasianto menambahkan kegiatan ini akan rutin dilakukan, baik di lingkungan pelajar, siswa Taman Kanak-kanak (TK) hingga sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Semoga salah satu upaya yang sudah kita berikan dengan sosialisasi kepada para siswa dapat meminimalisir segala bentuk tindakan bullying dilingkungan pelajar”, pungkasnya

Publisher: mahmudi

Posting Komentar

0 Komentar