Aceh,Subulusalam Mitra86 Sergab,|Kondisi keuangan daerah Kota Subulusalam saat ini pada posisi riskan, keharusan bahkan kewajiban bagi para eksekutif dan legislatif di Kota Subulussalam untuk menurunkan bahkan menzerokan defisit tersebut.
Beberapa waktu lalu seorang anggota DPRK Subulussalam mempersoalkan jalanan yang berdebu lantaran adanya tanah dijalan lintas Subulussalam - Banda Aceh, dikarenakan adanya pembangunan pabrik Kelapa Sawit.
Alangkah baiknya anggota legislatif kota Subulussalam memikirkan dan membahas permasalahan defisit dan HGU serta plasma nya,daripada membahas hal2 yang kurang berfaedah seperti jalanan yang berdebu dikarenakan adanya pembangunan.
Humas PT.Mandiri Sawit Bersama (MSB) H.Agustizar yang dikonfirmasi Strategi news dilokasi pembangunan menyampaikan, prosedur pembersihan jalan yang terkotori oleh pekerjaan pembangunan terus kita lakukan dengan melakukan penyiraman dititik jalan yang kotor.
Dan terhadap anggota DPRK yang memberikan nasehat atas kinerja mereka saat ini, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi, semoga terpilih kembali menjadi anggota Legislatif pada tahun 2024.
Ketua Investigasi Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Subulussalam Ipong mengatakan tugas DPRK dan Eksekutif Kota Subulussalam yang paling urgen saat ini adalah menurunkan Defisit keuangan daerah yang sudah lampaui ambang batas kewajaran, dengan melakukan pengurangan bahkan jika bisa penghapusan kegiatan dari aspirasi atau pokok fikiran yang bersifat ada tapi tak kelihatan dan tak kelihatan tapi ada, ujar Ipong.
Kemudian begitu banyaknya masalah HGU dan plasmanya di wilayah Kota Subulussalam yang belum tuntas juga sampai saat ini, bahkan akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.
"seharusnya anggota DPRK itu mengurusi keuangan daerah saja,yang dalam kondisi defisit,baru kemudian mengawasi berjalannya HGU dan plasmanya setelah beres itu semua baru urusi jalanan yang berdebu dikarenakan pembangunan PMKS,"ujar Ipong.
Dengan adanya pembangunan pabrik Kelapa Sawit, tentu akan menyerap tenaga kerja. Dimasa terpuruk nya ekonomi rakyat yang berkorelasi dengan bertambahnya jumlah pengangguran, tentu dengan berdirinya PMKS akan sangat membantu pengurangan pengangguran di Kota Sada Kata ini,ujar Ipong.
Seorang warga masyarakat yang terdampak langsung dari pembangunan PMKS itu Zainudin Alam Raya menyampaikan kinerja kontraktor pembangunan PMKS sangat profesional, segala sesuatu keluhan warga akibat dampak segera ditanggapi pihak perusahaan, ujar nya..
Pewarta:Red .






0 Komentar