Ticker

6/recent/ticker-posts

Cerdas dan Bijak Selaras dengan Semesta




Sleman -21 Oktober 2023 Sebuah Keberkahan yang tidak semua Insan mendapatkan Hidayah dari Sang Pencipta untuk memahami menyayangi air hujan yang selama ini terabaikan bahkan disia-siakan. Indah dan berharga penuh Harapan dalam langkah di kehidupan dunia menyeimbangkan, tidak berlebihan atas apa yang diambil selama ini tanpa mengembalikan dan melestarikannya. Banyak hal yang seenaknya sendiri dengan uang Kita serba instan tanpa memikirkan Generasi keturunan yang akan datang. Ingat bahwa saat ini, Kita masih dapat merasakan nikmat Alam tak terlepas dari ikut serta peranan orang tua yang melestarikan keseimbangan hasil bumi yang bisa dirasakan sampai detik ini.


Dikesempatan kali ini, Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman Sleman-Yogyakarta mendapatkan kunjungan dari Jamaah Haji Multazam 2013 Kabupaten Bantul yang di Ketua oleh H.Utoro Wikantarto, S.H. belajar bersama untuk mengetahui manfaat air hujan, bahwa selama ini air tanah yang kita minum zat padatan yang terlarut termasuk tinggi, ini bisa dilihat dari alat TDS tester,ternyata air hujan paling murni dan paling rendah zat padatan yang terlarut di dalamnya. 

Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin, inilah yang menghantarkan KH. Purwadi Pangestutyas, M. Pd sebagai Pembimbing Jamaah Haji dan Umroh Multazam 2013 sudah 10 tahun berlalu, singkat cerita beliau mempunyai trauma masa kecil terhadap air hujan karena ketidaktauannya. Di awal tahun 2022 mendapatkan penyadaran hidayah untuk bersyukur atas makhluk yang lembut yang memberikan ketekadtan merubah cara pandang untuk mendalami belajar air hujan yang menjadi dasar air yang ada di bumi ini. Air hujan yang selama ini dianggap sebagai penyebab baik bencana atau sakit. Tapi, di Sekolah Air Hujan inilah di kupas habis hingga Jamaah Haji Multazam mengerti dan menjadi Tauladan nantinya buat Anak Keturunan nantinya, karena beliau semua sudah senior-senior(Sepuh ungkap Bu Ning) yang menjadi founder Sekolah Air Hujan yang pertama kali di Indonesia bahkan di Dunia.

Kunjungan ini bertepatan rutinitas sabtu belajar dengan tema "Merawat Air Hujan yang terabaikan menjadi Berkah) kesempatan ini juga di hadiri oleh Mahasiswa UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) dalam rangkat tugas akhir mata kuliah "Gerakan Sosial Transnasional" di progam studi Hubungan internasional dan Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Magelang dalam rangka tugas kuliah membuat berita Radia(wawancara).

Sri Wahyuningsih yang di sapa Bu Ning menjelaskan bahwa tubuh manusia tersusun sebagian besar oleh cairan. Hampir 70% berat badan orang dewasa terdiri dari cairan. Jumlah cairan tubuh total pada masing-masing individu dapat bervariasi menurut umur, berat badan, jenis kelamin serta jumlah lemak tubuh.
Selain sebagai senyawa pembentuk sel, air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh, sebagai pelarut zat-zat gizi, membantu dalam proses pencernaan, transportasi zat gizi ke sel-sel, sebagai pelumas terhadap sendi, serta menjadi media pengeluaran zat sisa (urine).

Air yang bisa berperan optimal dalam tubuh itu yaitu air hujan. Tentu dengan cara, saat, dan waktu menampung yang tepat adalah kunci utama sebagai SOP nya.
Dan air hujan terbaik kualitasnya di saat hujan deras di sertai petir. Sekaranglah saatnya mempersiapkan wadah penampungannya yang bisa juga di siapkan sebanyak mungkin galon-galon sebagai wadah penyimpanan nya yang mudah di dapat. Dengan cara penyimpanan yang tertutup rapat dan hindarkan dari sinar matahari langsung agar tidak tumbuh lumut. Semoga pembelajaran ini segera ada tindak lanjut secara nyata sehingga menjadi contoh baik disekitar Kita.

@SAH_banyubening

Pewarta: mahmudi

Posting Komentar

0 Komentar