Ticker

6/recent/ticker-posts

SUASANA PASAR PAGI KOTA SUBULUSSALAM SANGAT MEMPERIHATINKAN: BAU BUSUK MENYENGAT, LIMBAH MENGALIR SEMBARANGAN, DAN SARANA KUMAL


SUBULUSSALAM, 24 September 2026 — Kondisi Pasar Pagi Kota Subulussalam, khususnya pusat perdagangan ikan dan kebutuhan pangan, terlihat sangat memprihatinkan saat awak media turun langsung ke lokasi pagi ini. Alih-alih bersih, tertata, dan nyaman, pasar yang menjadi urat nadi perekonomian warga ini justru tampak kumuh, berantakan, dan mengundang rasa prihatin yang mendalam.
 
Bau busuk yang sangat menyengat langsung menusuk hidung begitu memasuki kawasan pasar. Limbah cair sisa potongan ikan, daging, dan bangkai ikan mengalir sembarangan ke mana-mana, tidak masuk ke saluran pembuangan yang seharusnya sudah disediakan. Air kotor itu tergenang di sepanjang lorong-lorong dagang, menimbulkan bau tak tertahankan dan berpotensi menjadi sarang penyakit bagi siapa saja yang beraktivitas di sana.
 
Tidak hanya masalah kebersihan, fasilitas umum di pasar ini juga terbengkalai. Mushola yang seharusnya menjadi tempat ibadah yang tenang dan bersih, kini tidak terurus dengan baik. Demikian pula halnya dengan toilet umum, kondisinya sangat memprihatinkan, kotor, dan tidak layak digunakan oleh pengunjung maupun pedagang.
 
Pintu masuk utama pasar juga kini dipagari tanpa alasan yang jelas, sehingga akses warga menjadi terhambat dan dialihkan ke jalan sampingan yang sempit dan tidak tertata.
 
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya kepada awak media dengan nada penuh amarah:
 
"Uang retribusi dipungut setiap hari dari kami, tapi kebersihan pasar justru diabaikan begitu saja. Pasar ini diserahkan kepada pengelola, bukannya makin bagus, malah makin berantakan. Kami kecewa, kami menanggung beban biaya retribusi tapi tidak mendapatkan pelayanan yang layak."
 
Kondisi ini mempertanyakan perhatian Pemerintah Kota Subulussalam serta Dinas terkait terhadap pengelolaan pasar rakyat yang seharusnya menjadi wajah dan kebanggaan warga. Pasar bukan sekadar tempat jual beli, melainkan cermin kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Jika limbah dibiarkan mengalir bebas dan fasilitas dibiarkan rusak tanpa perbaikan, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab?
 
Masyarakat menuntut Pemko Subulussalam segera turun ke lapangan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar, dan bertindak tegas agar pasar kembali bersih, sehat, tertata, dan nyaman digunakan oleh seluruh warga. Jangan biarkan pasar rakyat ini terus dibiarkan kumuh sementara pungutan tetap berjalan.(IP)****

Posting Komentar

0 Komentar